Share

Menkes: Sudah 15 Anak Kena Hepatitis Misterius

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 481 2591388 menkes-sudah-15-anak-kena-hepatitis-misterius-f1nVe5zfvp.jpg Ilustrasi Anak kena Hepatitis. (Foto: Shutterstock)

JUMLAH anak-anak yang terkena hepatitis misterius sudah mencapai 15 anak. Di Indonesia sendiri, hepatitis misterius tersebut sudah memakan korban 3 orang anak.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerangkan bila kasus tercatat 15 kasus yang ditemukan sejak 27 April 2022 lalu. Data ini pun sudah merupakan data yang dicatatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Tanggal 27 April, jadi 4 hari sesudah WHO menyampaikan adanya outbreak di Eropa ini, Indonesia menemukan tiga kasus di Jakarta," ujar Menkes Budi, dalam Keterangan Pers Menteri Kabinet Indonesia Maju di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).

Hepatitis

Lebih lanjut, Budi mengatakan diwaktu yang bersamaan, Kemenkes mengeluarkan surat edaran agar Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan menindaklanjuti dan mencari tahu. Sebagai informasi, Singapura telah mengumumkan kasus pertama kasus Hepatitis akut pada anak.

"Tanggal 27 April itu kita sudah langsung mengeluarkan surat edaran, agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan surveilans terhadap kasus ini. 30 April Singapura mengumumkan kasus pertama dan sampai sekarang kondisinya di Indonesia ada 15 kasus," tambahnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkap jumlah kasus Hepatitis akut pada anak yang masih misterius tercatat 4 kasus. Dia menerangkan temuan kasus itu, masih dalam proses verifikasi. "Ada beberapa temuan kasus sekitar tiga hingga empat kasus, tapi masih diverifikasi," jelasnya kepada MNC Portal.

Sejauh ini, masih menunggu informasi lebih lanjut atas jumlah kasus Hepatitis akut misterius pada anak di Indonesia. Lebih lanjut, Budi mengatakan Indonesia bekerjasama, organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Amerika Serikat serta Inggris, untuk mengetahui penyebab pasti.

"Sekarang penelitian sedang dilakukan bersama-sama Indonesia, dengan WHO dan juga Amerika Serikat dan Inggris untuk mengetahui lebih cepat penyebabnya," jelas Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini