Share

Lawan Cuaca Panas dengan Minum Air Dingin Ternyata Salah Loh, Begini Cara yang Benar

Tim Okezone, Okezone · Senin 09 Mei 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 612 2591188 lawan-cuaca-panas-dengan-minum-air-dingin-ternyata-salah-loh-begini-cara-yang-benar-32PK8py7Ma.jpg Ilustrasi Air Dingin. (Foto: Shutterstock)

CUACA di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini memang cukup panas. Meski demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan panas terik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bukanlah fenomena gelombang panas.

Menurut WMO (World Meteorological Organization), gelombang panas atau dikenal dengan “heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

Adapun suhu maksimum terukur selama periode tanggal 01 – 07 Mei 2022 di Indonesia berkisar antara 33 - 36.1 °C. Adapun suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 °C terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Ketika cuaca panas kita pun akan mengalami keringat berlebih, terlebih ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Keringat berlebih ini pun bisa memicu dehidrasi, yang akan berujung pada kelelahan dan tekanan darah tinggi karena kurangnya cairan dan mineral tubuh.

Cuaca panas pun mendorong seseorang untuk selalu ingin mengonsumsi air dingin. Selain menyegarkan, ada sebuah mitos yang berkembang di tengah masyarakat bahwa minuman dingin sangat ampuh menurunkan suhu tubuh. Mitos ini sebetulnya didukung oleh berbagai studi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Cuaca Panas

Namun sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Ottawa mematahkan hipotesis tersebut dan menyatakan minuman hangat ‘mungkin’ menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kestabilan suhu di dalam tubuh.

Para peneliti menemukan, sistem penginderaan yang berada di dalam mulut, tenggorokkan, dan perut dapat memicu keluarnya keringat ketika seseorang mengonsumsi cairan panas. Namun uniknya, suhu di dalam tubuh tetap seimbang bahkan mengalami penurunan.

Untuk mengetes temuan tersebut, Ollie Jay dan timnya dari Universitas Ottawa melakukan survey terhadap 9 responden. Para responden diminta untuk bersepada selama kurang lebih 75 menit sambil mengonsumsi air panas pada level-level tertentu.

Tidak seperti penelitian sebelumnya, Dr Jay tidak hanya mengandalkan terkometer rektal sebagai proxy untuk suhu inti. Sebaliknya, ia memantau tingkat metabolisme dan menyebarkan delapan thermometer di beberapa bagian tubuh, termasuk pada bagian dalam hidung dan kerongkongan.

Melalui pendekatan yang dikenal sebutan “kalorimeteri partisional” ini, ia dapat memperolah perhitungan yang lebih akurat terkait total panas yang masuk dan keluar dari tubuh responden. Perbedannya memang sangat halus tetapi kursial, karena jika Anda meminum segelas penuh air es, cairan tersebut justru akan memicu perubahan suhu pada thermometer rektal yang disematkan di bagian perut.

Dengan kata lain, indikator thermometer akan mengalami penuruhan suhu yang cukup signifikan, namun dengan kondisi tubuh yang tidak benar-benar dingin. Studi baru juga menunjukkan bahwa meminum air panas memang memicu keluarnya keringat, tetapi juga ampuh dalam menurunkan suhu tubuh.

Sebaliknya, meminum air dingin justru menghasilkan respon yang berlawanan, meski keringat yang dikeluarkan tidak sebanyak ketika meminum air panas. Meminum air dingin yang berlebihan juga dipercaya dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dan batuk.

Pertanyaannya, apakah penelitian ini bisa menjadi bukti bahwa meminum air panas di cuaca yang terik merupakan pilihan terbaik? “Ya,” kata Dr Jay, seperti dilansir dari theglobeandmail.

Lebih lanjut Jay menegaskan, untuk menurunkan suhu tubuh, keringat yang dikeluarkan harus sepenuhnya menguap sehingga menghasilkan efek pendinginan. Contohnya, jika Anda berolahraga terlalu keras, atau memakai terlalu banyak pakaian, keringat yang dihasilkan cenderung lebih banyak tetapi tidak dapat menguap secara maksimal.

Sebagai tambahan, Anda bisa memperhatikan akumulasi keringat yang dikeluarkan oleh tubuh. “Jika keringat yang keluar berlebihan hingga menetes ke tanah, maka sebaiknya Anda meminum air dingin,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini