Share

Mengenal Thalassemia, Penyakit Keturunan Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 10 Mei 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 481 2591776 mengenal-thalassemia-penyakit-keturunan-perlu-diwaspadai-sejak-dini-2OdzRyTAkp.jpg Thalassemia harus menerima transfusi darah (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan dari kedua orangtua. Hal tersebut disampaikan Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid dalam acara diskusi online hari ini (10/5/2022).

Dalam paparannya, ia mengatakan, penderita Thalassemia harus melakukan transfusi darah sepanjang usianya. Penyakit tersebut bisa dicegah melalui deteksi dini.

 penderita

Seseorang penderita Thalassemia secara kasat mata tampak sehat (tidak bergejala), hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.

"Sampai saat ini Thalassemia belum bisa disembuhkan namun dapat dicegah kelahiran bayi Thalassemia Mayor dengan cara menghindari pernikahan antar sesama pembawa sifat, atau mencegah kehamilan pada pasangan pembawa sifat Thalassemia dapat diketahui melalui upaya deteksi dini terhadap populasi tertentu,” kata dr Elvieda.

Tujuan dari deteksi dini, bertujuan untuk mengidentifikasi pembawa sifat Thalassemia agar tidak terjadi perkawinan sesama pembawa sifat. Secara klinis ada tiga jenis thalassemia, yakni Thalassemia mayor, Thalassemia intermedia, dan Thalassemia minor/trait/pembawa sifat.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A (K) Spesialis Anak, Konsultan Hematologi menjelaskan dampak terburuk dari Thalassemia dapat merusak hati. Di mana, penderita Thalassemia akan menerima donor darah dalam sebulan sekitar 200mg.

 BACA JUGA:Penderita Thalassemia Rawan Kelebihan Zat Besi, Ini Penyebab Utamanya

"Jadi dampak terberat dari Thalassemia ini, mereka harus menerima tranfusi darah. Transfusi darah mengandung sekitar 200mg besi, sementara yang keluar dari tubuh kita hanya 1mg perhari," ujar Prof Pustika.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini