Share

Ada Vaksin Covid-19 yang Terbukti Sebabkan Pembekuan Darah, Begini Tanggapan Kemenkes

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 10 Mei 2022 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 481 2591855 ada-vaksin-covid-19-yang-terbukti-sebabkan-pembekuan-darah-begini-tanggapan-kemenkes-UrDIK3Czcn.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengungkapkan ada vaksin Covid-19 yang bisa menyebabkan penggumpalan darah. FDA pun mengimbau agar penggunaan vaksin tersebut dikesampingkan untuk umum, sebab bisa mengancam jiwa.

Adapun vaksin yang menyebabkan pembekuan darah tersebut, adalah vaksin Janssen Covid-19. Vaksin Covid-19 Janssen merupakan salah satu vaksin yang menerima izin penggunaan darurat oleh BPOM.

Untuk saat ini vaksin Janssen ini diberikan baru kepada kelompok usia 18 tahun ke atas. Vaksin Janssen juga merupakan vaksin Covid-19 pertama dengan dosis tunggal, yang artinya meski mendapat satu dosis tapi dianggap sudah mendapat vaksin lengkap.

Sehingga dalam Surat Edaran Dirjen P2P No. SR.02.06/II/1188/2022 tentang penambahan regimen vaksinasi Covid-19 dosis lanjutan (booster), penerima vaksin Janssen (J&J) dapat memperoleh vaksinasi booster jenis Moderna.

Bagi masyarakat yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dengan jenis vaksin Janssen, maka sudah terhitung memperoleh vaksinasi lengkap. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan vaksinasi booster 3 bulan kemudian.

Dijelasan Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, soal vaksin Janssen Covid-19 sebabkan pembekuan darah itu ranahnya Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM). "Tanyakan ke BPOM, ya," kata Siti Nadia saat dikonfirmasi MNC Portal, Selasa (10/5/2022).

Di sisi lain, BPOM masih belum memberikan pernyataan lebih lanjut terkait informasi terbaru FDA soal vaksin Janssen Covid-19 sebabkan pembekuan darah ini. Pertanyaan rekan media pun belum digubris BPOM.

FDA mengeluarkan analisis data terbaru mengenai vaksin Janssen Covid-19. Salah satu poin utama yang mau disampaikan adalah pemberian vaksin Janssen Covid-19 tidak boleh untuk masyarakat, alias hanya untuk individu khusus.

Risiko terjadinya pembekuan darah (TTS) benar adanya. Sebanyak 60 kasus dikonfirmasi FDA terkait dengan TTS pascavaksinasi dengan vaksin Janssen Covid-19, sembilan di antaranya dalam kondisi fatal.

Soal siapa saja yang berisiko mengalami TTS setelah menerima vaksin Janssen Covid-19. FDA mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada data pasti. "Faktor yang menempatkan seseorang pada risiko TTS setelah pemberian vaksin Janssen Covid-19 sampai saat ini masih belum diketahui," terang laporan FDA yang terbit, Kamis 5 Mei 2022.

Meski begitu, FDA mengatakan bahwa vaksin bikinan Johnson & Johnson tersebut masih bisa diberikan kepada kelompok individu tertentu, seperti orang yang mengalami reaksi anafilaksis setelah menerima vaksin mRNA Covid-19, individu yang memiliki kekhawatiran pribadi dengan vaksin mRNA Covid-19, dan individu yang susah mendapat akses ke vaksin mRNA Covid-19. Manfaat vaksin masih jauh lebih banyak dibandingkan dampak buruknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini