Share

Papercraft asal Indonesia Ternyata Diakui Eropa dan Australia Loh

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2022 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 612 2592546 papercraft-asal-indonesia-ternyata-diakui-eropa-dan-australia-loh-o5aka6XeSq.jpg Ilustrasi Origami. (Foto: Shutterstock)

SENI melipat kertas dari Jepang atau yang lebih dikenal dengan origami memang kerap dilakukan oleh anak-anak di TK maupun Sekolah Dasar. Tapi siapa sangka, origami bisa mendapatkan cuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), origami adalah seni melipat kertas dari Jepang. Kata origami sendiri berasal dari bahasa Jepang yaitu "ori" yang memiliki arti lipatan, dan "kami" yang berarti kertas. Bahan utama seni origami adalah kertas dengan warna yang berbeda-beda.

Seni origami ini pun bisa dikembangkan menjadi papercraft, yang merupakan bentuk 3 dimensi. Kesenian yang kreatif ini turut dibahas dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo #DariKamuUntukIndonesia.

Kali ini, podcast tersebut mengulik soal papercraft bersama pakarnya, Reza Mahmud Rauf yang merupakan Papercraft Entepreneur. Dia mengatakan, papercraft sebenarnya sudah banyak dikenal di tahun 2015. Namun saat ini, dia menyebut, industri papercraft tersebut terus bertumbuh.

 Podcast Perindo

“Saya bisa akui, industri ini baru bertumbuh di Indonesia. Walau begitu, Eropa dan Australia justru tahu dan mengapresiasi karya (papercraft) dari Indonesia,” kata Reza Mahmud Rauf seperti dikutip dari kanal YouTube Partai Perindo, Rabu (11/5/2022).

Sebagai seorang pengusaha sekaligus pelaku kreatif yang bergerak di bidang papercraft, Reza dan tim sendiri telah memperkenalkan Indonesia lewat kesenian kertas ini di luar negeri. “Kita Alhamdulillah sudah pameran, saat itu diundang di Jepang dan Rusia,” ujarnya.

Timnya sendiri pun turut memperkenalkan papercraft berbentuk penari Bali di salah satu pamerannya di luar negeri. “Seru banget, dari papercraft kayak gini kita bisa memperkenalkan Indonesia ke negara aslinya origami (Jepang), dan mereka excited banget,” kata dia.

Tak hanya memperkenalkan Indonesia lewat kesenian kertas, dia dan timnya di Ichinogami pernah mendapatkan MURI karena membuat papercraft setinggi 10 meter. “Membuat papercraft dengan ukuran besar itu tantangan tersendiri. Kami sendiri sekarang masih memegang MURI untuk pembuatan papercraft terbesar, yaitu 10 meter,” ungkapnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini