Share

Hepatitis Misterius Mengancam, Jangan Paksa Anak ke Sekolah jika Alami Gejala Ini

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 481 2592929 hepatitis-misterius-mengancam-jangan-paksa-anak-ke-sekolah-jika-alami-gejala-ini-D5I1o3nLvf.jpeg Waspada hepatitis misterius saat anak kembali ke sekolah (Foto: Timesofindia)

DI tengah merebaknya kasus hepatitis misterius, orangtua perlu melakukan pengawasan lebih ekstra kepada anak-anak, terlebih hari ini, Kamis (12/5/2022), sekolah sudah mulai masuk.

Dokter Dicky Budiman mengimbau kepada orangtua agar selalu memastikan protokol kesehatan dijalankan si kecil plus jangan paksa si kecil sekolah jika sedang demam atau tidak enak badan.

"Kalau lagi demam, ya, jangan dipaksa sekolah. Ini bisa berbahaya," kata dr Dicky pada MNC Portal melalui pesan singkat, Kamis (12/5/20220).

Demam

Demam pada anak perlu ditangani dengan baik dan tepat. Apalagi saat ini sedang merebak kasus hepatitis misterius, pun pandemi Covid-19 yang masih belum juga bisa dikatakan aman karena penyebaran virus masih terjadi di masyarakat.

BACA JUGA : Tanda Hepatitis Misterius Bergejala Berat, Kulit dan Mata Jadi Kuning

Jika anak demam, saran dr Ddicky, maka biarkan dia beristirahat di rumah sampai kondisinya fit kembali. Beri obat khusus anak atau datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan yang jauh lebih baik.

"Demam pada anak jangan dianggap hal biasa. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa membahayakan dirinya pun orang lain di sekitarnya," kata dr Dicky yang juga seorang Ahli Epidemiologi Griffith University Australia.

BACA JUGA : Hepatitis Akut Menular Lewat Makanan, Ayo Rajin Cuci Tangan!

Dalam kesempatan ini, Dokter Dicky mengingatkan kembali kepada orangtua agar menjaga kebersihan tubuh anak-anaknya. Ajarkan kepada si kecil bagaimana pentingnya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pakai masker juga tetap harus dijaga kedisiplinannya, terlebih jika si kecil berangkat ke sekolah.

"Hepatitis misterius ini prevalensi tertingginya ada pada anak-anak. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan dengan cuci tangan teratur, tidak menggunakan alat makan bersama-sama, dan tetap jaga jarak serta pakai masker," sarannya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini