Share

Papua Catat Kasus Hipertensi Terendah se-RI, Apa Rahasianya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 481 2593034 papua-catat-kasus-hipertensi-terendah-se-ri-apa-rahasianya-GlbvE2KuxH.jpg Kasus hipertensi terendah di Papua (Foto: Academy of nutrition)

KEMENTERIAN Kesehatan mencatat kasus hipertensi di Papua paling rendah se Indonesia, dengan angka prevalensi sebesar 22,2 persen.

Provinsi yang mencatatkan kasus hipertensi tertinggi adalah Kalimantan Selatan dengan 44,13 persen.

 hipertensi

Secara rata-rata, prevalensi kasus hipertensi di Indonesia ada di angka 34,1 persen. Hipertensi sendiri masuk dalam faktor risiko penyebab penyakit tidak menular seperti kardiovaskular.

Lantas mengapa Papua tercatat sebagai provinsi dengan kasus hipertensi terendah di Indonesia? Apakah ada alasan khususnya?

Dijelaskan Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Elvieda Sariwati, kasus hipertensi di Papua rendah kemungkinan karena pola gaya hidup yang lebih sehat dibandingkan masyarakat urban.

"(Prevalensi hipertensi) di Papua rendah mungkin karena pola hidup masyarakat Papua belum seperti orang Jakarta (urban). Aktivitas fisik masih bagus, makanan belum banyak rasa," terang Elvieda dalam konferensi pers Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kamis (12/5/2022).

Pola hidup yang lebih baik yang dijalani masyarakat Papua itu yang membuat risiko hipertensi kecil di sana. Beda dengan kaum urban yang memang mencatatkan kasus hipertensi yang cukup tinggi.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di DKI Jakarta adalah 33,43 persen. Lalu, wilayah urban lainnya seperti Jawa Barat pun angka kasusnya tinggi yaitu 39,6 persen, begitu juga dengan Jawa Tengah sebesar 37,57 persen.

Hal senada disampaikan juga oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr Erwinanto, SpJP, bahwa pola gaya hidup menjadi alasan kenapa di Papua kasus hipertensi sangat rendah.

"Satu-satunya alasan yang bisa saya sampaikan mengapa di Papua kasus hipertensi rendah adalah karena gaya hidup mereka yang lebih baik dibandingkan pola hidup kaum urban," papar dr Erwinanto.

 BACA JUGA:Jangan Kalap Makan, Ini 9 Tips Cegah Hipertensi saat Lebaran!

Populasi urban, kata dr Erwinanto, tercatat 40 persen di antara mereka mengalami hipertensi. Ini terjadi karena kualitas hidup kurang sehat dibandingkan masyarakat Papua.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini