Share

Amankah Jalan Santai Bagi Penderita Obesitas?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 481 2593101 amankah-jalan-santai-bagi-penderita-obesitas-9Hjpg4ddmU.jpg Olahraga bagi penderita obesitas (Foto: Healthline)

PUNYA berat badan berlebihan (Obesitas) tentu sulit memilih aktivitas fisik atau pun olahraga. Dokter Ahli Gizi menerangkan ada satu aktivitas fisik yang bisa dijadikan olahraga yaitu jalan santai.

Menurutnya, jalan santai tidak cocok bagi penderita obesitas sebab memicu penyakit lain yaitu persendian. Akibat bobot tubuh yang berlebihan, jika terlalu lama jalan sendi lutut rentan sakit.

 obesitas

"Jalan santai itu 1 jam ok, termasuk olahraga intensitas sedang. Jika berolahraga sudah capek dan ngos-ngosan itu kategori berat," kata Ahli Gizi, dr Elfina Rachmi, MGizi, SpGK, Kamis (12/5/2022).

Dia menambahkan bila jalan santai merupakan olahraga intensitas sedang, bila dilakukan selama 1 jam. Dengan itu, dia menyarankan agar memilih olahraga sesuai bobot tubuh, jika obesitas disarankan bersepeda.

Kemudian, jalan santai bagi orang yang sudah terbiasa tentu tidak masalah dilakukan dengan intensitas agak lama (1 jam). Karena dapat membakar lemak, dan bila tubuh capek atau nafas terengah-engah sebaiknya istirahat.

"Jika sudah ada keluhan seperti pegal, maka perlu diatur atau jeda 15-30 menit. Bagi mereka yang obesitas tidak disarankan untuk jalan karena bisa memicu sakit sendi, tidak bisa disamakan setiap orang untuk berolahraga," jelas dr Elfina.

Dalam kesempatan yang sama, ia menjelaskan sejumlah penyakit pasca lebaran yang bisa timbul. Akibat pola hidup yang tidak sehat atau makan/minum secara berlebihan.

 BACA JUGA:Penelitian Terbaru Ungkap Obesitas Kurangi Efektivitas Vaksin Covid-19

Penyakit tersebut tidak jauh berbeda dengan yang diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan antara lain; Obesitas, Diabetes, dan Hipertensi hingga jantung. Faktor risiko utama kardiovaskular asupan gula dan garam tinggi, lemak jenuh, aktivitas kurang, merokok, ini terakumulasi risiko penyakit; diabetes melitus (DM),Hipertensi, Obesitas.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini