Share

BRIN Minta Dilibatkan pada Penanganan Hepatitis Misterius

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 481 2593178 brin-minta-dilibatkan-pada-penanganan-hepatitis-misterius-6vHrkgBJTC.jpg Penelitian hepatitis misterius (Foto: Shutterstock)

PENANGANAN hepatitis misterius membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk peneliti dalam hal mendeteksi penyakit.

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengaku siap mendukung pemerintah, lembaga kesehatan, pun stakeholder untuk memaksimalkan penanganan masalah.

 anak terkena hepatitis misterius

Dijelaskan Prof. Dr. Ni Luh P. Indi Dharmayanti selaku Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, pihaknya akan sangat siap jika diberikan amanat untuk ikut terlibat dalam penanganan hepatitis misterius.

"Kami sebagai lembaga riset di dalam BRIN yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas, sangat mampu menangani permasalahan kesehatan, dalam hal ini kasus hepatitis akut," papar Nindi dalam webinar BRIN, Kamis (12/5/2022).

Menurutnya, dalam menangani suatu masalah kesehatan yang berdampak pada banyak masyarakat, diperlukan sinergisme dan kolaborasi dari berbagai pihak agar penanganan masalah lebih baik dan komprehensif.

"Kami membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Kesehatan, karena ini masalah bersama. Kami berharap sekali, dengan kolaborasi yang terbentuk akan meminimalisir penyakit hepatitis misterius mewabah di masyarakat," tambahnya.

Nindi menekankan sekali lagi bahwa BRIN sangat siap mendukung dan bersedia berkolaborasi dalam membantu menyelesaikan masalah dan mendeteksi hepatitis akut yang sudah teridentifikasi di Indonesia. "Kami siap mendukung Kemenkes dan pihak lainnya," tegas Nindy.

Upaya nyata yang dilakukan BRIN dalam ikut terlibat mengentaskan masalah hepatitis misterius adalah dengan 9 program riset. Apa saja riset yang akan dilakukan BRIN?

1. Melakukan analisis molekuler dan diversitas genetik penyebab hepatitis misterius yang tidak diketahui penyebabnya.

2. Melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk memahami epidemiologi dan 'phenotypes' hepatitis misterius.

3. Metagenomics pada darah dan jaringan.

4. Pengembangan perangkat diagnostik.

5. Riset deteksi dini dan respons cepat terhadap penyakit hepatitis misterius.

6. Eksplorasi dan pengembangan bahan baku obat dan obat tradisional untuk hepatoprotektor.

7. Penegakkan diagnostik dan pengembangan terapi, termasuk uji klinik obat. Ini yang sudah dilakukan BRIN bersama Kemenkes pada kasus Covid-19.

8. Multiplex Reverse Transcriptase-PCR for Simultaneous Detection Hepatitis Viruses.

 BACA JUGA:Cegah Hepatitis Misterius, Cuci Tangan Pakai Sabun Bukan Hand Sanitizer!

9. Riset mekanisme silvestrol senyawa alami dalam menghambat replikasi virus hepatitis secara in vitro dan in vivo.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini