Share

Sudah 7 Anak Meninggal di Indonesia, Mungkinkah Hepatitis Misterius Jadi Pandemi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 481 2593476 sudah-7-anak-meninggal-di-indonesia-mungkinkah-hepatitis-misterius-jadi-pandemi-jxxBJ6Z6wQ.jpg Ilustrasi Anak Sakit. (Foto: Freepik)

KASUS hepatitis misterius memang menjadi kewaspadaan di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menduga hepatitis misterius tersebut terjadi karena mutasi adenovirus dan Covid-19.

Di Indonesia sendiri kasus tersebut sudah banyak ditemukan, bahkan ada 7 anak meninggal diduga akibat hepatitis misterius. Kasus suspect terus dilaporkan di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Hepatitis misterius menjadi ancaman baru di saat Covid-19 mulai terkendali, pemerintah dan para ahli masih terus berjuang mencari penyebab utama penyakit ini sehingga pencegahan dapat dilakukan secara maksimal. Lantas, apakah hepatitis misterius bisa dikategorikan sebagai pandemi?

Untuk menilai suatu penyakit dikategorikan sebagai pandemi, menurut Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman, ada beberapa indikator yang harus terpenuhi. Salah satu indikatornya adalah penyakit harus mengancam semua kalangan manusia dan usia.

"Sedangkan fakta di lapangan sejauh ini menjelaskan, hepatitis misterius prevalensi kasusnya lebih banyak dialami anak-anak. Kasus pada orang dewasa sangat jarang dilaporkan," terang Dicky pada MNC Portal, Jumat (13/5/2022).

"Artinya, indikator bahwa penyakit harus mengancam semua golongan manusia dan usia tidak berlaku di hepatitis misterius sejauh ini. Jadi, penyakit tersebut sejauh ini belum bisa dikatakan pandemi," tambah Dicky.

Selain itu, indikator lain untuk menyatakan bahwa suatu penyakit dikategorikan sebagai pandemi adalah mayoritas patogen baru. Artinya, mayoritas manusia tidak punya imunitas terhadap patogen tersebut. "Kemudian, indikator lain adalah penyakit dialami di banyak negara, lintas benua," sambungnya.

"Dari indikator-indikator tersebut saja saya nilai hepatitis misterius akan menjadi pandemi sangat jauh. Tapi, penyakit ini berjalan dinamis, kita semua masih terus memantaunya," tambah Dicky.

Sekadar informasi, di Jakarta sendiri ada sebanyak 14 anak-anak dan 7 orang dewasa terjangkit wabah hepatitis akut misterius. Diketahui Pemprov DKI mencatat 21 kasus Hepatitis di Jakarta per 11 Mei ini.

Dari 21 kasus, 14 orang termasuk 3 yang meninggal berusia kurang dari 16 tahun. Untuk 7 orang lainnya usia 16 tahun lebih sehingga tidak masuk kriteria WHO (organisasi kesehatan dunia) sebagai kewaspadaan hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini