Share

Hepatitis Akut Dihubungkan Vaksin Covid-19, Ahli Kesehatan: Tak Ada Bukti Ilmiah

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 481 2593575 hepatitis-akut-dihubungkan-vaksin-covid-19-ahli-kesehatan-tak-ada-bukti-ilmiah-aYPkFJhXzO.jpg Anak terkena hepatitis akut (Foto: Lots a helping hand)

MUNCULNYA Hepatitis akut misterius pada anak, memicu beragam opini di tengah masyarakat. Salah satunya, Hepatitis akut dikaitkan dengan vaksin Covid-19.

Mendengar isu tersebut, ahli kesehatan menegaskan bila belum ada bukti ilmiah yang menyatakan ada kaitan antara Hepatitis akut dengan vaksin Covid-19. Kejadian Hepatitis akut pada anak di dunia mayoritas dikatakan berada dibawah usia 5 tahun.

 Vaksinasi Covid-19

"Tidak ada bukti ilmiah manapun yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan, hepatitis akut ini belum ada bukti," ujar Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan dikutip dari Instagram pribadinya, Jumat (13/5/2022).

Dalam penjelasannya, Dokter Fajri mengungkap alasan kedua yang perlu dipahami oleh masyarakat, bahwa ada hipotesis menemukan adanya virus yang diduga penyebab dari Hepatitis akut ini.

Virus bernama Adenovirus yang diketahui sebagai virus yang menginfeksi pencernaan dan saluran pernafasan.

"Sebelumnya memang hipotesis ini berkaitan dengan adanya infeksi namanya virus adenovirus, virus menginfeksi saluran pencernaan dan pernapasan jadi disinyalir begitu. Walaupun nggak semuanya semua orang yang terkena serangan seperti ini punya virus ini," jelasnya.

Sementara ada hal yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat umum, yaitu adanya kandungan virus Adenovirus dalam vaksin Covid-19. Dokter Fajri menjelaskan bila virus Adenovirus terdapat di vaksin Astrazeneca, yang virusnya hidup tapi tidak menyebabkan Hepatitis akut misterius ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika virus Adenovirus dalam vaksin Covid-19 tidak dapat mereplikasi atau berkembang dalam tubuh manusia. Sebab virus tersebut justru mampu mengantar antibodi, setelah divaksinasi.

"Vaksin Covid-19 itu ada juga yang jenisnya virus vector menggunakan virus adenovirus. Menggunakan elemen virus tersebut, untuk mengantarkan gen covid kekebalan dalam tubuh, di mana virusnya hidup," ucap Dokter Fajri.

 BACA JUGA:Akselerasi Vaksinasi di Bali Terus Digencarkan

"Vaksin yang menggunakan virus Adenovirus seperti Astrazeneca itu virus hidup. Tidak bisa bereplikasi atau berkembang biak di dalam tubuh manusia," terangnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini