Share

Waduh, Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Sebabkan Penyakit Baru?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 481 2593589 waduh-transplantasi-jantung-babi-ke-manusia-sebabkan-penyakit-baru-ukMqspU6fH.jpg Operasi transplantasi jantung (Foto: Shutterstock)

MASIH ingatkah Anda kabar seorang pria berusia 57 tahun menjalani operasi transplantasi jantung babi? Pasien jantung kronis tersebut dinyatakan meninggal dunia pada 8 Maret 2022. Operasi dilakukan pada 7 Januari 2022.

Perkembangan terbaru kasus ini menyatakan bahwa ada virus di jantung babi dan kemungkinan menyebabkan kematian pria tua bernama David Bennett tersebut.

 babi

Hal buruk lainnya dikabarkan dokter bahwa gegara tindakan transplantasi jantung babi ke manusia itu akhirnya tercipta penyakit baru yang membahayakan manusia.

"Kekhawatiran utama tentang transplantasi dari hewan ke manusia adalah risiko terciptanya jenis infeksi baru kepada manusia," lapor laman CBS News, dikutip MNC Portal, Jumat (13/5/2022).

Soal temuan virus dalam jantung babi, ini disampaikan para dokter di Universitas Maryland yang melakukan investigasi terhadap kematian Bennett setelah beberapa bulan menjalani transplantasi jantung babi.

"Ditemukan DNA virus pada jantung babi. Patogen tersebut diketahui porcine cytomegalovirus. Tapi, virus tersebut sejatinya tidak menyebabkan infeksi secara aktif," terang dr Bartley Griffith, seorang ahli bedah yang melakukan operasi transplantasi jantung babi ke manusia.

"Virus diduga bersifat laten yang artinya virus tersebut tidak aktif tetapi tinggal menunggu waktu untuk aktif menginfeksi jika tubuh manusia dalam kondisi lemah," tambahnya.

Lebih lanjut, Dokter Muhammad Mohiuddin, direktur ilmiah program xenotransplantasi Universitas Maryland menegaskan bahwa penyelidikan terus berlanjut untuk memastikan bahwa virus yang ditemukan di jantung babi tidak dilewatkan begitu saja. Artinya, virus akan diamati lebih lanjut.

Sebelumnya, peneliti dan dokter cukup yakin bahwa babi yang dijadikan donor jantung sehat dan aman. Babi diketahui sudah dinyatakan lulus pengujian yang dipersyaratkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Jantung babi dimodifikasi secara genetik dan dinyatakan layak untuk ditransplantasi.

Namun sayang, beberapa bulan setelah transplantasi dilakukan pasien dinyatakan meninggal dunia. Informasi ditemukannya virus di dalam jantung babi baru diketahui setelah kematian pasien.

BACA JUGA:Sedih, Pria Penerima Transplantasi Jantung Babi Meninggal Dunia

"Apakah virus yang menyebabkan pembengkakan jantung pasien? Kami tidak tahu pasti. Itu kenapa penelitian lebih lanjut diperlukan," tambah dr Griffith.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini