Share

Virus Adenovirus di Vaksin AstraZeneca Tak Sebabkan Hepatitis Akut

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 481 2593660 virus-adenovirus-di-vaksin-astrazeneca-tak-sebabkan-hepatitis-akut-ObVqWQvqGv.jpg Vaksin Covid-19 mengandung adenovirus (Foto: SHRM)

PENYEBAB Hepatitis akut pada anak masih menjadi misterius, karena belum diketahui hingga saat ini. Salah satu virus yang diduga yaitu Adenovirus.

Ahli kesehatan mengungkap bila virus Adenovirus terdapat di dalam vaksin AstraZeneca.

Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan menerangkan, bila virus Adenovirus terdapat divaksin AstraZeneca, virusnya hidup tapi tidak menyebabkan Hepatitis akut.

 Vaksinasi Covid-19

Vaksin yang menggunakan virus Adenovirus seperti AstraZeneca itu virus hidup. Tidak bisa bereplikasi atau berkembang biak di dalam tubuh manusia," ucap Dr Fajri dalam akun Instagram pribadinya, Jumat (13/5/2022)

Lebih lanjut, ia mengatakan jika virus Adenovirus dalam vaksin Covid-19 tidak dapat berkembang dalam tubuh manusia. Sebab virus tersebut justru mampu mengantar antibodi, setelah divaksinasi.

 BACA JUGA:Kaitan Hepatitis Misterius dan Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan BRIN

Dia menegaskan bahwa mayoritas kasus Hepatitis akut di dunia, bahkan Indonesia usianya di bawah 5 tahun, di mana usia tersebut belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Vaksin Covid itu ada juga yang jenisnya virus vector menggunakan virus adenovirus. Menggunakan element virus tersebut, untuk mengantarkan gen covid kekebalan dalam tubuh, di mana virusnya hidup," jelasnya.

Sementara untuk virus Adenovirus, Dokter Fajri mengatakan ada hipotesis menemukan, adanya virus yang diduga penyebab dari Hepatitis akut ini. Namun belum dapat dipastikan, sebab tidak semua kasus didalamnya ditemukan virus tersebut.

Virus Adenovirus diketahui sebagai virus yang menginfeksi pencernaan dan saluran pernafasan.

"Selumnya memang hipotesis ini berkaitan dengan adanya infeksi namanya virus adenovirus, virus menginfeksi saluran pencernaan dan pernapasan jadi disinyalir begitu. Walaupun nggak semuanya semua orang yang terkena serangan seperti ini punya virus ini," ucap Dokter Fajri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini