Share

Merebak Kasus Hepatitis Misterius, Apakah Vaksinasi Kurang Efektif?

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 481 2594147 merebak-kasus-hepatitis-misterius-apakah-vaksinasi-kurang-efektif-WxzIuBvTzg.jpg Anak terkena hepatitis misterus (Foto: Cleveland clinic health essentials)

MEREBAKNYA penyakit Hepatitis akut misterius yang melanda dunia, telah ditemukan di Indonesia. Melihat jumlah kasus yang diduga Hepatitis akut misterius ini, muncul pertanyaan publik apakah vaksin Hepatitis tidak efektif menangkal penyakit tersebut?

Direktur Utama RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril menerangkan, belum diketahui apa penyebab dari Hepatitis akut misterius ini. Menurutnya akan ada update informasi dari para ahli epidemiologi atau Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan terkait vaksin Hepatitis.

 anak kena hepatitis akut

"Kita tunggu saja informasi atau penjelasan dari para epidemiologi bersamaan dari Ikatan Dokter anak Indonesia yang langsung menetapkan vaksinasi ini," ujar dr Syahril dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan, dikutip Sabtu (14/5/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa vaksin yang ada untuk Hepatitis yaitu A,B,C,D,E, namun saat ini tidak bisa dipastikan dengan vaksin tersebut. Dia menegaskan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, untuk mengkaitkan Hepatitis akut misterius ini dengan vaksin yang ada.

"Saat ini memang ditujukan kepada hepatitis sudah ada abcde, sedangkan waktu yang saat ini kita belum tahu apa. Sehingga perlu untuk penelitian lebih lanjut untuk menemukan vaksinasi memang pas dengan hepatitis akut ini," kata dr Syahril

Sehubungan dengan ke-7 kasus yang meninggal, Syahril menjelaskan jika status klasifikasinya tidak masuk Probable. Di mana, status tersebut dapat diketahui gejala atau tandanya yang sesuai dengan Hepatitis akut misterius sesuai organisasi kesehatan dunia (WHO) dan isinya juga di bawah 16 tahun.

"Yang 7 meninggal tadi itu belum probable, kalau belum ya kita belum bisa tegakkan sebagai hepatitis akut. Sehingga kita tidak bisa mengatakan pasien ke-7 ini meninggal karena hepatitis akut," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes bersama pihak terkait terus melakukan upaya investigasi, dengan melakukan analisis pathogen menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS) maupun penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab dari kejadian Hepatitis Akut ini.

Dia juga menegaskan bahwa ke-7 kasus pasien yang meninggal dunia. Tidak ada keterkaitannya dengan Corona, alias negatif atau tidak terdiagnosis Covid-19.

 BACA JUGA: Ini Upaya Kemenkes Cegah Penyebaran Hepatitis Misterius

"Dari laporan yang saya sampaikan tidak ada kaitannya atau terdiagnosis positif Covid-19," kata dr Syahril.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini