Share

Pandemi Covid-19 Memperparah Kesehatan Jiwa

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 16 Mei 2022 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 481 2594902 pandemi-covid-19-memperparah-kesehatan-jiwa-zvq6KIIMTT.jpg Merasa mengalami penurunan kesehatan jiwa (Foto: Forbes)

PANDEMI Covid-19 menimbulkan berbagai dampak, salah satunya ke kesehatan jiwa. Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan drg. Vensya Sitohang mengatakan, sebagian orang mengalami masalah gangguan mental neurologis.

Bahkan sebagian orang juga menggunakan zat selama Covid-19 untuk menghilangkan stresnya.

 gangguan kesehatan jiwa

"Kondisi pandemi memperparah ataupun semakin mempengaruhi kesehatan jiwa,” kata dr Vensya dalam laman resmi Kemenkes, Senin (16/5/2022).

Dokter Vensya menerangkan, angka prevalensinya meningkat 1 sampai 2 kali lipat, dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Kelompok yang terpapar dengan gangguan jiwa pun berbeda-beda.

Kategori pertama adalah mereka yang sebenarnya normal, sebelumnya atau tidak ada masalah kesehatan jiwa. Kemudian menjadi masalah sampai mengalami gangguan jiwa.

Lebih lanjut, kelompok kedua adalah mereka yang memang sejak awal sudah mengalami masalah kesehatan jiwa, sebagai contoh mereka yang sudah tinggal dengan kekerasan di rumah tangga.

Kondisi itu membuat mereka, begitu dekat dengan pelakunya terus-menerus di rumah tangga, sehingga masalah gangguan jiwanya menjadi lebih besar.

Sementara kelompok ketiga, mereka yang memang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan fisik dan mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan. Sehingga sangat wajar kalau merasa cemas dan kemudian kankernya tambah berat, hipertensi, jantung, dan sebagainya menjadi berat.

Kelompok terakhir adalah kelompok terutama banyak kita temukan di bulan Juli 2021, waktu gelombang kedua pandemi Covid-19. Ketika masalah oksigen langka, sementara asupan oksigen ke otak kurang, bisa saja pada akhirnya menyebabkan gangguan jiwa yang menetap.

Lalu, selama pandemi Covid-19 memicu masalah kesehatan jiwa hingga bunuh diri. Hal tersebut muncul sejak awal di bulan ke-5 adanya Covid-19 hingga awal tahun 2022.

 BACA JUGA:Manfaat Seni Bela Diri Tai Chi, Baik bagi Tubuh dan Kesehatan Jiwa

"Pada awal survey mengatakan bahwa 1 dari 5 orang di Indonesia usia 15 sampai 29 tahun terpikir untuk mengakhiri hidup. Selanjutnya 1 tahun pasca pandemi oleh survei yang berbeda didapatkan data 2 dari 5 orang memikirkan untuk bunuh diri. Pada awal 2022 itu sekitar 1 dari 2 orang yang memikirkan untuk mengakhiri hidup,” jelas dr. Hervita.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini