Share

Cara Mengukur Tekanan Darah di Rumah, Harus Sesuai Anjuran Dokter Lho!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 481 2595284 cara-mengukur-tekanan-darah-di-rumah-harus-sesuai-anjuran-dokter-lho-nIDE63c1AL.jpeg Cek tekanan darah di rumah (Foto: Medicaldaily)

DI momen Hari Hipertensi Sedunia 2022 yang setiap tahunnya dirayakan pada 17 Mei, masyarakat diminta untuk rutin melakukan deteksi dini hipertensi dengan mengukur tekanan darah. Tapi, mengukur tekanan darah tidak boleh sembarang, terlebih jika dilakukan di rumah.

Ya, mengukur tekanan darah kini bisa dilakukan di klinik maupun rumah. Di rumah bisa dilakukan jika Anda memiliki alat pengukur hipertensinya atau yang biasa disebut dengan tensimeter.

Cek Tekanan Darah

Meski bisa dilakukan di rumah, cara mengukur tekanan darah tetap harus sesuai dengan anjuran dokter. Nah, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr Erwinanto. SpJP(K) coba menerangkan lebih jauh.

BACA JUGA : Tips Cegah Hipertensi, Tekanan Darah Tinggi yang Bisa Berakibat Fatal

Menurut dr Erwinanto, melakukan pengukuran tekanan darah di rumah sebaiknya dilakukan setiap hari, setidaknya tiga sampai empat hari berturut-turut.

"Lebih baik 7 hari berturut-turut pada pagi dan sore hari," katanya di webinar Hari Hipertensi Sedunia yang disiarkan di media sosial Kementerian Kesehatan, beberapa hari lalu.

BACA JUGA : Cara Tepat Memilih Tensimeter untuk Digunakan di Rumah

Kemudian, setiap mengukur tensi, lakukan setidaknya 2 kali pengukuran dengan jeda waktu satu hingga dua menit. Ini untuk memastikan nilai tensi yang didapat valid.

"Tingkat tekanan darah ditentukan oleh nilai rata-rata semua pengukuran , kecuali pengukuran hari pertama. Jadi, hasil hari pertama jangan dimasukin ke perhitungan rata-rata, ya," sarannya.

Disarankan juga saat mengukur tensi di rumah dilakukan dengan rileks dan atur posisi duduk senyaman mungkin. Hasil pengukuran tekanan darah di rumah bisa Anda pakai untuk melaporkan ke dokter pribadi Anda.

Bahkan, pemeriksaan tekanan darah di rumah meminimalisir diagnosis white-coat hypertension atau hipertensi jas putih yang kerap muncul karena ketakutan seseorang melihat dokter dengan jas putihnya.

"Hipertensi jas putih bisa terjadi pada individu yang merasa cemas atau takut melihat dokter. Rasa cemas atau takut itu bisa memengaruhi tekanan darah saat pengukuran dan ini membuat nilai ukur bisa bias dalam proses diagnosis," ungkap dr Erwinanto.

"Sayangnya, sebanyak 30% hasil pengukuran tekanan darah di klinik itu adalah manifestasi dari hipertensi jas putih tersebut," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini