Share

Presiden Jokowi Ungkap Golongan Masyarakat yang Tak Bisa Lepas Masker

Intan Afika, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 481 2595612 presiden-jokowi-ungkap-golongan-masyarakat-yang-tak-bisa-lepas-masker-vPsvcqQh70.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS Covid-19 yang terus stabil membuat pemerintah semakin yakin bahwa Pandemi Covid-19 di Indonesia mulai terlewati. Oleh karena itu, pemerintah pun memutuskan untuk membatalkan beberapa kebijakan, salah satunya adalah terkait dengan masker.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini memperbolehkan masyarakat untuk melepas masker saat beraktivitas di luar ruangan. Memang sebelumnya dia menyebutkan jika pemerintah akan melihat situasi pada masa transisi selama enam bulan ke depan terkait kebijakan penggunaan masker ini.

"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktifitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022).

Masker

Presiden Jokowi menambahkan, bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap pun tidak perlu melakukan tes swab PCR maupun antigen.

Namun, lanjut Jokowi, bagi masyarakat yang melakukan kegiatan di ruang tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker setiap saat. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang masuk kategori lansia, rentan, dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit komorbid.

"Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," tandas Jokowi.

Kasus harian Covid-19 di Indonesia sepekan terakhir memang berada di bawah seribu kasus. Angka kematian yang tercatat per Senin (16/5/2022) pun cukup rendah, yakni 6 orang meninggal dunia.

Meski begitu, status wabah Covid-19 hingga kini masih berada di pandemi, karena hanya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berwenang mencabut status tersebut atau menyatakan sejumlah wilayah memasuki fase endemi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin seperti negara-negara lain yang langsung melakukan kebijakan melepas masker. Menurutnya, pemerintah akan melihat situasi pada masa transisi selama enam bulan ke depan.

Presiden menambahkan bahwa ada sejumlah tahapan yang harus dilewati dan pemerintah tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan kebijakan. Menurutnya, pemerintah juga memiliki sejumlah pengalaman saat menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Delta maupun Omicron.

Menurutnya, pengalaman dalam menghadapi varian Delta dan Omicron membuat pemerintah terus melihat dab berahati-hati. Sehingga, segala keputusan yang diambil harus memperhitungkan kewaspadaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini