Share

Pembelajaran Berbasis Proyek, Solusi Atasi Learning Loss selama Pandemi

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 22:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 612 2595732 pembelajaran-berbasis-proyek-solusi-atasi-learning-loss-selama-pandemi-A0tVswoplO.jpg Ilustrasi Learning Loss. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 yang sudah berjalan hingga dua tahun lamanya memberikan berbagai dampak di berbagai sektor. Salah satunya sektor pendidikan, di mana pandemi tersebut mengubah metode pembelajaran.

Bagaimana tidak, selama pandemi, banyak pelajar yang tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah. Sebagai gantinya, mereka belajar menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Terkait metode PJJ, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim sempat menyinggung bahwa pembelajaran jarak jauh tersebut dapat berdampak kepada para pelajar. Dampak tersebut yakni hilangnya pengetahuan atau learning loss.

Learning Loss

Oleh karenanya Kemendikbud Ristek mengusung pembelajaran berbasis proyek. Apa itu? Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Drs M Abdul Khak memaparkannya dalam Webinar Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Atasi Learning Loss. 

“Pembelajaran berbasis proyek sejalan dengan karakter pelajar Pancasila yang dikembangkan oleh Kemdikbud Ristek,” tuturnya dalam webinar tersebut, Selasa (17/5/2022).

Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based-Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Dengan metode ini, peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

“Salah satunya adalah pelajar bisa mempunyai karakter bernalar dan berpikir kritis. Melalui penelitian yang dilakukan siswa, ini dapat melatih para siswa bernalar dan berpikir kritis,” sambung dia.

Begitu pula penerapan pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan literasi atau bahasa. “Dalam penelitian tahap penentuan masalah, pencarian data di lapangan, dan bagaimana menyimpulkan penelitian itu hakikatnya adalah melatih siswa menghidupkan daya kritis dan analitisnya,” ujar M Abdul Khak.

“Dalam pembelajaran berbasis proyek ini pelajar dapat melakukan penelitian pada praktikum penggunaan bahasa yang dekat dengan anak-anak misalnya pada lagu, iklan atau pada media massa yang ditemui,” sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini