Share

Begini Tips Ukur Tensi Sendiri di Rumah, Baiknya 3 Kali Sehari Ya

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 481 2595978 begini-tips-ukur-tensi-sendiri-di-rumah-baiknya-3-kali-sehari-ya-OQU9lPqfIU.jpg Ilustrasi Ukur Tensi. (Foto: Shutterstock)

BAGI beberapa orang, pergi ke rumah sakit memang menjadi hal yang menakutkan. Perasaan takut ketika bertemu dengan petugas kesehatan yang identik mengenakan “jas putih” tersebut disebut sebagai dengan efek white coat hypertension.

Pengurus Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia Dr. dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S mengatakan, hal ini lah yang kemudian menyebabkan hasil pengukuran tekanan darah cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dilakukan di rumah. Oleh karena itu, bagi mereka yang takut ke rumah sakit bisa melakukan pengukuran tekanan darah di rumah.

Pasalnya, suasana rumah cenderung memberikan kesan akrab dan tenang sehingga angka pengukuran tensi lebih rendah dibandingkan pengukuran di rumah sakit. Namun, jika pengukuran di rumah menghasilkan angka yang tinggi, Amanda menegaskan pasien harus waspada dan menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

“Kalau memang care, itu baiknya di-follow up, apakah memang hipertensi ini perlu dikontrol lebih jauh sebelum terjadinya komplikasi yang tidak bisa pulih kembali atau ireversibel,” kata Amanda seperti dilansir dari Antara.

Hipertensi

Untuk mengukur tekanan darah sendiri, Amanda menyarakan agar pasien duduk dalam kondisi tenang dan rileks setidaknya menunggu dua hingga lima menit sebelum menekan alat tensi. Gunakan kursi bersandar agar tubuh semakin rileks. Posisi kaki tidak boleh menggantung atau menyilang, harus menapak di atas lantai.

“Jangan lupa, selama beraktivitas, duduk, berdiri, ngobrol, jalan, itu cenderung menaikkan tensi. Jadi (kalau tidak rileks), takutnya malah memberikan diagnosis tensi berlebihan, padahal sebetulnya bukan. Makanya, tata cara mengukur tensi yang baik dan benar itu harus diperhatikan,” katanya.

Amanda menyarankan agar pengukuran dilakukan sebanyak dua kali sehari, yaitu satu jam setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur. Sekira 30 menit sebelum mengukur tekanan darah, disarankan agar pasien tidak merokok, tidak mengonsumsi kopi atau minuman yang mengandung kafein, tidak beraktivitas atau berolahraga yang berat, dan jangan meminum obat terlebih dahulu.

Setelah kondisi-kondisi tersebut terpenuhi, pasien dapat memulai melakukan pengukuran dengan memasang manset pada tensimeter di lengan atas, tepat dua jari dari siku. Kemudian ukur tekanan darah sebanyak tiga kali dengan selang satu menit dan catat hasilnya.

“Ingat setiap kali mengukur kita lakukan tiga kali. (Hasil) yang pertama biasanya kita buang. Kemudian angka hitung yang kedua dan ketiga ini kita rata-ratakan, jadi inilah yang kita laporkan sebagai tekanan darah,” jelas Amanda.

Seseorang dapat dikategorikan hipertensi atau tekanan darah tinggi jika hasil pengukuran tekanan darah di rumah lebih besar atau sama dengan 130/85 mmHg. Sementara pengukuran di klinik biasanya digunakan batas yang lebih tinggi, yaitu di atas 140/90 mmHg.

Jika pasien curiga hasil tensi menunjukkan angka yang tinggi, Amanda menyarankan agar dilakukan pemantauan mandiri terlebih dahulu selama tiga hari berturut-turut.

“Tentunya apabila hasil ini telah ada, tetap harus dikonsultasikan, apakah memang menderita hipertensi atau memang normal, karena memang ada sedikit perbedaan (hasil pengukuran antara di rumah dan di rumah sakit). Jadi tetap anjurannya adalah dikonsultasikan setelah ada hasil pemantauan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini