Share

Meski Tak Menular kepada Manusia, Penyakit Mulut dan Kuku Tak Boleh Diremehkan

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 481 2596050 meski-tak-menular-kepada-manusia-penyakit-mulut-dan-kuku-tak-boleh-diremehkan-VBzkycYXfa.jpg Penyakit mulut dan kuku biasanya menginfeksi sapi (Foto: Beef magazine)

SEAKAN tidak ada habisnya, wabah penyakit terus menyerang Indonesia secara bertubi-tubi. Tidak berhenti di Covid-19 dan Hepatitis Akut, kini telah mewabah juga Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Memang, khusus untuk PMK ini tidak menyerang manusia, melainkan menyerang hewan ternak terutama sapi. Tetapi pada akhirnya akan berdampak juga pada manusia seperti dampak ekonomi, pangan, dan lainnya.

 sapi

Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menjelaskan PMK ini sudah menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Adapun PMK merupakan penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah.

Ia menyebutkan, Badan Kesehatan Hewan Dunia, atau Office des Internationale Epizootis (OIE), telah menempatkan penyakit ini pada OIE Listed Diseases and Other Diseases of Importance atau Daftar sebagai penyakit yang wajib dilaporkan oleh semua negara di dunia.

"PMK merupakan penyakit hewan yang sangat menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, kijang/rusa, unta dan gajah, meskipun dilaporkan pada hewan lain seperti beruang," terang Handoko.

"Hewan yang sakit akibat infeksi virus PMK menunjukkan gejala klinis patognomonik berupa vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku,” tambahnya.

Senada dengan Kepala BRIN, Kepala Organisasi Riset Kesehatan Ni Luh P Indi Dharmasanti juga mengatakan, penyakit ini patut diwaspadai karena dapat menyebar dengan cepat mengikuti arus transportasi hewan.

"Hal ini berakibat pada kerugian ekonomi karena penurunan nilai jual dan produk hewan ternak, serta membutuhkan pengendalian yang kompleks," jelasnya.

 BACA JUGA:Penyakit Mulut dan Kuku Ternyata Pernah Menginfeksi Manusia, IDI Beberkan Faktanya!

Indi menyebutkan, Untuk menangani kasus ini di Indonesia, diprediksi membutuhkan sekitar 9,9 triliun rupiah/tahun. Bahkan menurutnya angka ini bisa lebih tinggi.

“Penyakit ini sangat menular dan masih terjadi di banyak negara di dunia, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan sifat dan sebaran penyakit, serta dampak kerugian yang ditimbulkannya” lanjut Indi.

Saat ini BRIN terus melakukan Implementasi deteksi penyakit PMK di Indonesia, studi epidemiologi, mengisolasi, mengkarakterisasi virus PMK dengan melakukan analisis molekuler dengan sekuensing (whole genome sequencing).

BRIN juga melakukan identifikasi vaksin yang kompatibel dan virus yang beredar serta melakukan inovasi pengembangan deteksi cepat penyakit PMK melalui pengembangan uji point care (Lateral flow devices) yang dapat digunakan di lapangan dan pengembangan vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini