Share

Mengapa Pria Sebaiknya Tak Nonton Film Dewasa?

Antara, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 612 2596232 mengapa-pria-sebaiknya-tak-nonton-film-dewasa-8H8xlmbErE.jpg Pria nonton film dewasa (Foto: The relationship guy)

BANYAK pria menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menonton film dewasa. Bagi mereka ini merupakan hiburan yang mengasyikkan.

Namun sejatinya pria tak disarankan menonton film dewasa untuk tujuan apapun mengingat dampak buruk yang bisa dituai setelah melakukannya.

 nonton film dewasa

Dokter Spesialis Urologi Konsultan Andrologi Urologi dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI), dr.Widi Atmoko, Sp.U (K) mengatakan, film dewasa bisa menyebabkan efek ekspektasi tidak wajar.

"Film dewasa tidak riil. Ini sedikit tidak baik untuk pria karena sebenarnya fungsi seksual sangat berkaitan dengan sistem saraf termasuk pola pikir. Seringnya, pornografi ini menyebabkan efek ekspektasi yang tidak wajar," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan.

Menurut dokter yang juga berpraktik di RSUPN Ciptomangunkusumo itu, menonton film dewasa juga akan membuat pria memiliki standar yang tinggi sehingga nantinya sulit mencapai klimaks.

Kondisi ini bisa berujung mengalami gangguan ejakulasi dan menurunnya hasrat seksual.

Hal serupa juga berlaku untuk masturbasi atau upaya memperoleh kepuasan seksual tanpa berhubungan intim. Widi mengatakan, masturbasi sama seperti menonton film dewasa bisa menurunkan hasrat seksual.

 BACA JUGA:Tentang Siskaeee, Pernah Ditawari Main Film Dewasa hingga Diciduk Polisi

Di sisi lain, aktivitas menonton film dewasa juga bisa menganggu hubungan dengan pasangan. Sebuah studi dalam jurnal Neuropsychopharmacology pada tahun 2013 dan 2017 seperti dikutip dari Medical News Today, menemukan, pornografi menciptakan ekspektasi seks yang tidak realistis.

Di antara partisipan studi laki-laki, kebiasan menonton film porno dikaitkan dengan kepuasan seksual yang lebih sedikit. Menurut peneliti, mengakses pornografi relatif mudah, dan membutuhkan usaha yang jauh lebih sedikit daripada berinteraksi dengan pasangan.

Bagi sebagian orang, ini dapat berkontribusi pada siklus yang tidak sehat di mana pornografi menyebabkan masalah dalam suatu hubungan, membuat orang tersebut semakin bergantung pada pornografi untuk mencapai kepuasan seksual dan menghindari berhubungan intim.

Kendati begitu, film biru mungkin tidak masalah bagi pria yang secara alam bawah sadar masih bisa membedakan ekspektasi saat berhubungan seksual dengan pasangan dan adegan di dalam film.

"Tetapi, ada kalanya pria-pria memasang gaya sesuai film tetapi pada saat real dengan pasangan begini. Ini harus hati-hati karena ekspektasi berbeda," demikian ujar Widi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini