Share

Dianggap Mahal, Ternyata Pakai Jasa Arsitek Bisa Efisiensi Budget

Arif Budianto, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 612 2596259 dianggap-mahal-ternyata-pakai-jasa-arsitek-bisa-efisiensi-budget-5n4lthUbBC.jpg Podcast aksi nyata Partai Perindo (Foto: ist)

SELAMA ini banyak anggapan bahwa menggunakan jasa arsitek untuk membangun rumah tinggal akan memakan biaya yang cukup besar. Padahal, menggunakan jasa arsitek untuk mendesain rumah akan lebih mengefisienkan anggaran.

Hal itu disampaikan salah seorang arsitek Gerrits Bonardo pada acara Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia dengan tema Tips Desain Bangunan Ideal Ala Arsitek yang digelar melalui YouTube Partai Perindo, Rabu (18/5/2022).

Pada podcast berdurasi sekitar satu jam itu, dibahas cukup gamblang terkait tips membangun rumah dan bocoran menggunakan jasa arsitek. Acara tersebut disebarkan secara luas melalui berbagai platform MNC Media.

 Podcast aksi nyata

"Pakai arsitek jauh lebih murah ketimbang hanya bangun sambil jalan. Karena penggunaan dana lebih ter-menage. Keinginan dari pemilik rumah juga bisa tercapai, " kata dia.

Dia mengakui, saat ini cukup banyak aplikasi yang mengandung seseorang membuat rumah menggunakan handphone. Tetapi, pada dasarnya membangun rumah tidak sekadar membuat petak ruang, tetapi banyak hal yang mesti dihitung.

"Kalau kami arsitek, kami menghitung semua. Seperti jarak kamar tidur ke WC dan lainnya. Bagaimana pencahayaannya, layaknya tidaknya, " beber dia.

Dengan penghitungan sejak awal secara cermat, justru akan mengefisienkan budget. Berbeda jika bangun tanpa perencanaan, jika ada kesalahan akan double budget.

"Kami bisa prediksi biaya bangunan yang akan dikeluarkan. Jangan pikiran artistik mahal. Kita ada aturannya dan Asosiasinya. Biaya arsitek tidak lebih dari 10 persen dari nilai konstruksi, " katanya.

 BACA JUGA:Podcast Perindo: Ragu Dalami Olahraga Yoga? Ini Tips dari Masternya

Lebih lanjut dia menjelaskan, syarat sebuah bangunan adalah tercapai tidaknya tujuan dari pemilik. Kemudian nyaman atau tidak ditinggali. Baru unsur lainnya seperti pencahayaan, antisipasi kebakaran, dan lainnya. Jika tujuan pemilik tercapai, maka desain sebuah rumah dianggap berhasil. Arif Budianto

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini