Share

Podcast Aksi Nyata Ungkap Kesalahan yang Kerap Dilakukan saat Melamar Kerja

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 612 2598028 podcast-aksi-nyata-ungkap-kesalahan-yang-kerap-dilakukan-saat-melamar-kerja-E7WnpqFJXq.jpg Podcast Aksi Nyata ungkap kesalahan yang kerap dilakukan saat melamar kerja (Foto: YouTube/Partai Perindo)

JAKARTA - Bagi yang baru lulus kuliah (fresh graduate), serta orang yang baru saja kehilangan pekerjaan, mencari lowongan dan menyebar curriculum vitae (CV) atau portofolio diri, tentu berharap segera diterima bekerja.

Namun, sayangnya usaha tersebut memang perlu perjuangan. Tidak semua lamaran kerja dilirik, dan dianggap menarik oleh Human Resources (HR) atau perekrut.

Psikolog Industri Organisasi, Endro Puspo Wiroko mengatakan, terkadang ada beberapa kesalahan yang tidak disadari oleh si pelamar kerja.

"Proses seleksi paling awal ada di CV, berarti CV-nya harus tepat. Sebenarnya ini mengcover semua (prosesi lamaran kerja)," katanya dalam Podcast Aksi Nyata di channel YouTube Partai Perindo, Sabtu (21/05/22).

Menurut Endro, ada tiga poin penting yang harus diperhatikan para kandidat dalam pembuatan CV:

1. Kesesuain dalam pekerjaanya,

2. Kebudayaan organisasinya dulu,

3. Sejauh apa orang ini mau menyesuaikan diri (adaptasi).

Endro melanjutkan, terkadang kandidat yang awalnya terlihat tidak cocok dengan bidang yang dilamar di perusahaan, mala bisa jadi orang itu adalah kandidat paling tepat.

"Kadang di awal dia bukan kandidat terbaik sebenarnya. Tetapi berjalan proses, kayaknya yang ini aja deh," ujarnya.

Endro bilang, saat proses rekrutmen terjadi maka HR tidak menyortir satu persatu CV yang masuk.

Sebab, pelamar yang mengirimkan portofolionya bisa mencapai ribuan, dan HR sendiri hampir tidak pernah membaca satu persatu penjabaran di dalamnya.

Untuk itu, Endro menyarankan, agar para pelamar bisa mengirimkan CV tidak perlu terlalu tebal.

Cukup menuliskan hal-hal yang pentingnya saja, khususnya pengalaman atau prestasi yang ingin ditonjolkan. Terlebih dalam bidang atau posisi dilamarnya.

"Jadi, jika melamar ke bidang yang tidak sesuai jurusan tidak perlu banyak menjabarkan. Agar HR tahu latar belakangnya secara jelas," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini