Share

Boleh Lepas Makser, Indonesia Masuk Fase Endemi?

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 22 Mei 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 22 481 2598254 boleh-lepas-makser-indonesia-masuk-fase-endemi-xv6GUYCeoP.jpg Ilustrasi masyarakat boleh lepas masker di luar ruangan. (Foto: Wirestock/Freepik)

MELIHAT kasus covid-19 terus terkendali, pemerintah pun memutuskan melonggarkan aturan penggunaan masker. Ini bentuk uji coba untuk memahami kondisi masyarakat terhadap virus covid-19 di tengah perkembangannya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, melalui pelonggaran aturan lepas masker di luar ruangan, pemerintah akan melihat situasi pada masa transisi selama enam bulan ke depan. Ada sejumlah tahapan yang harus dilewati dan pemerintah tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan kebijakan.

"Saya tidak ingin kayak negara-negara lain langsung buka masker, ndak. Ini masih masa transisi, kira-kira enam bulan kita lihat seperti apa, baru nanti silakan kalau di luar ruangan buka masker, kalau di dalam ruangan masih pakai masker," ujar Presiden Jokowi dalam keterangan persnya usai meninjau Sirkuit Formula E di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mengenal Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang Terdeteksi di Singapura 

Beralih ke Endemi

Menurut dr Muhammad Fajri Adda'i, dokter relawan covid-19 sekaligus edukator kesehatan, jika Indonesia beralih ke fase endemic maka perlu melihat beberapa kondisi dan syaratnya. Hal tersebut pernah dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan, dari jumlah kasus, positivity rate hingga status PPKM pun diperhatikan.

Berikut ini syarat agar Indonesia bisa beralih ke status endemi, harus memenuhi beberapa indikator yaitu:

Baca juga: 5 Momen Berkesan Achmad Yurianto saat Jadi Jubir Penanganan Covid-19, Nomor 2 soal Masker Nyentriknya 

1. Penularan harus kurang dari 1

2. Angka positivity rate harus kurang dari 5 persen

3. Tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5 persen

4. Angka fatality rate harus kurang dari 3 persen

5. Level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1

Kendati demikian, dr Fajri berpendapat masih cukup banyak masyarakat belum divaksinasi covid-19. Jadi, masih bisa terjadi kelonjakan, meskipun kecil kemungkinannya.

"Jika melepas masker sangat mungkin terjadi kelonjakan kasus tapi kecil kemungkinanannya. Contoh melihat di berbagai negara sedang mengalami peningkatan, seperti di Amerika yang dominan BA.2.12; kemudian di Afrika BA.4 dan BA.5; juga di China yang BA.2," paparnya.

Baca juga: Apakah Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5 Berbahaya? Ini Kata Ahli Kesehatan 

Baca juga: Viral Petugas SPBU Kerja Sambil Kantongi Anak Kucing di Baju Seragam, Netizen Ikutan Gemas 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini