Share

5 Momen Berkesan Achmad Yurianto saat Jadi Jubir Penanganan Covid-19, Nomor 2 soal Masker Nyentriknya

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 22 Mei 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 22 612 2598230 5-momen-berkesan-achmad-yurianto-saat-jadi-jubir-penanganan-covid-19-nomor-2-soal-masker-nyentriknya-zgfFGgqdUS.jpg Mengenang sosok Achmad Yurianto. (Foto: BNPB)

ACHMAD Yurianto meninggal dunia pada Sabtu 21 Mei 2022. Dunia kesehatan Indonesia pun sangat berduka. Yuri yang terakhir menjabat Dewan Pengawas BPJS Kesehatan itu wafat pada Sabtu kemarin pukul 18.58 di Kota Malang, Jawa Timur.

Sebelumnya, mantan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI ini sempat menjalani perawatan akibat penyakit kanker yang diderita. Kabar meninggalnya Achmad Yurianto ini telah dikonfirmasi langsung oleh Humas Kemenkes.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, dr Ahmad Yurianto, pada hari Sabtu, 21 Mei 2022 pukul 18.58 WIB di RSUD Syaiful Anwar Malang. Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran. Aamiin ya robbal alamin," jelas keterangan yang diterima MNC Portal.

Achmad Yurianto menjadi jubir penanganan covid-19 dalam waktu singkat. Meski begitu, ia meninggalkan banyak kesan lantaran menjadi orang yang mengabarkan penanggulangan pandemi covid-19.

Guna mengenang sosok Achmad Yurianto, berikut lima momen berkesan saat beliau menjadi jubir penanganan covid-19, sebagaimana telah MNC Portal rangkum.

Baca juga: Achmad Yurianto Meninggal Dunia, IDI: Sosok Berkomitmen Melayani Masyarakat 

1. Selalu pakai baju batik

Achmad Yurianto sangat identik dengan kemeja batik. Seperti peribahasa 'bagaikan sayur tanpa garam', rasanya ada yang kurang bila melihat Yuri menghadiri konferensi pers tanpa mengenakan salah satu kekayaan wastra Indonesia itu. Motif batik yang dikenakan Yuri pun beberapa kali viral di media sosial.

Salah satunya saat Yuri mengenakan batik bermotif mirip virus corona ketika memberikan keterangan pada Sabtu, 17 April 2020 silam. Bila dilihat sekilas, motif batik yang dikenakan Yuri memang menyerupai simbol virus corona. Menariknya lagi, batik tersebut memiliki gambar pita berwarna merah putih. Foto outfit Yuri pun mendadak viral di media sosial. Setelah ditelisik lebih dalam, rupanya batik yang dikenakan Yuri itu merupakan batik resmi pemerintah Indonesia untuk memperingati Hari AIDS Nasional.

2. Selalu pakai masker nyentrik

Selama menjadi juru bicara, sosok Achmad Yurianto sangat menekankan pentingnya menjaga kesehatan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk menekan penyebaran virus corona. Sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Yuri pun menjalankan amanah tersebut dan memberi contoh dengan gaya maskernya yang menyita perhatian.

Menariknya, masker yang dipakai Yuri kerap matching dengan baju batiknya. Alhasil, masyarakat pun jadi familiar dengan penampilan Yuri. Bahkan, akun twitter @Ijey sampai membuat thread khusus untuk mengulik batik dan masker yang dikenakan Yuri saat menghadiri konferensi pers di Gedung BNPB.

Baca juga: Kemenkes: Achmad Yurianto Sosok Guru, Panutan, dan Bapak 

3. Dijuluki pembawa berita kematian

Selama menjadi juru bicara, Achmad Yurianto memang menjadi sosok terdepan dalam menyampaikan informasi perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air. Bahkan, ia sampai dijuluki pembawa berita kematian lantaran mengumumkan jumlah kasus positif dan juga yang meninggal akibat Covid-19 setiap harinya.

Terkait hal itu, Yuri pernah menjelaskan jika dirinya memanfaatkan waktu 15 menit di setiap konferensi pers perkembangan Covid-19 dengan 10 menit edukasi lalu 5 menit terakhir mengumumkan data-data kasus terbaru. Namun sayangnya, yang dilihat hanya potongan 5 menit terakhir saja sehingga ia dijuluki sebagai pembawa berita kematian, sementara 10 menit edukasi hilang begitu saja. Meski demikian, julukan tersebut tak membuat Yuri jengkel, sebaliknya ia justru berterima kasih karena dijuluki sebagai pembawa berita kematian.

4. Kerja tanpa libur

Achmad Yurianto pernah bercerita banyak mengenai pengalamannya selama bertugas sebagai Jubir Covid-19. Salah satu kisah yang cukup menarik dikulik adalah kerja tanpa libur. Ya, Yuri tak pernah sekalipun absen di masa kerjanya 140 hari. Ia selalu hadir di layar televisi pukul 15.30 WIB memberitahu update angka kasus Covid-19 harian.

Meski demikian, Yuri mengaku tidak stres. Terlebih keluarganya juga mendukung pekerjaanya ini. Bahkan, kerja 140 hari tanpa libur bagi Yuri menyenangkan. "Makin lama makin enak, sehingga nggak mungkin kita membanggakan masa lalu, enakan sekarang," cerita Yuri kala itu.

Baca juga: Apakah Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5 Berbahaya? Ini Kata Ahli Kesehatan 

5. Suka bikin boneka

Selain kerja tanpa libur, Yuri pernah bercerita jika ia sangat suka membuat boneka. Nama bonekanya adalah African Paper Doll, dibuatnya dari kertas koran yang digulung atau lilit. Hobi tersebut sudah lama ia tekuni.

Baginya kegiatan itu dilakukan untuk mengelola stres. Tidak hanya itu, Yuri mengaku, dirinya memang tidak bisa diam. Oleh karenanya, apa saja akan ia lakukan. Ia menjelaskan kalau diam itu membuatnya tersiksa. Sosok Achmad Yurianto ini memang unik sekali ya. Selamat jalan, Pak Yuri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini