Share

Siapa Bilang Vaksin Cacar Monyet Tak Penting? Eropa Jadi Bukti Daruratnya Vaksinasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 481 2598643 siapa-bilang-vaksin-cacar-monyet-tak-penting-eropa-jadi-bukti-pentingnya-vaksinasi-3bvAYHAJQj.jpg Ilustrasi Cacar. (Foto: Shutterstock)

CACAR monyet alias monkeypox adalah penyakit infeksi virus langka. Virus ini pun menjadi salah satu virus yang ditularkan dari hewan atau virus zoonosis.

Cacar monyet pun terkenal karena banyak menginfeksi orang Afrika. Namun, kini penyakit infeksi tersebut mewabah di negara non-Afrika dan itu yang membuat peneliti bingung.

Wabah cacar monyet sendiri semakin banyak ditemukan di Eropa, seperti Inggris, Spanyol, Portugal, Italia, Swedia, Prancis, Jerman, Belgia, Kanada, Australia, pun Amerika Serikat. Ahli menduga, stop vaksin cacar menjadi penyebabnya.

Sebab, sebagian besar kasus tidak terkait dengan perjalanan ke Afrika. Artinya, penyebaran cacar monyet yang terjadi sekarang diduga berbeda dengan penularan cacar monyet di Afrika yang selama ini sudah diketahui dalam dunia medis.

"Saya kaget dengan kasus wabah cacar monyet di Eropa ini. Setiap hari saya bangun akan ada lebih banyak negara yang melaporkan kasus ini," papar Oyewale Tomori, ahli virologi yang sebelumnya mengepalai Akademi Sains Nigeria dan pernah menjabat sebagai penasihat Badan Kesehatan Dunia, dikutip dari ABC News, Senin (23/5/2022).

"Ini bukan jenis penyebaran yang kita lihat di Afrika Barat, jadi mungkin ada sesuatu yang baru terjadi di negara Barat," tambahnya.

Dilaporkan, hingga saat ini tidak ada korban meninggal dunia akibat cacar monyet. Penyakit ini pada umumnya menyebabkan demam, menggigil, ruam, dan luka di wajah atau alat kelamin.

Peneliti di Inggris tengah meneliti apakah penyakit ini menular secara seksual. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa merekomendasikan agar semua kasus yang dicurigai agar diisolasi dan bahwa mereka yang kontak erat dengan pasien ditawarkan vaksin cacar.

Di negara Afrika sendiri, tepatnya di Nigeria, kasus cacar monyet bukan hal yang asing. Negara itu mencatatkan 3.000 kasus cacar monyet per tahun. Ini yang kemudian membuat peneliti bingung bahwa cacar monyet bisa mewabah di Eropa dan Amerika Serikat tanpa pasien pernah punya riwayat ke Afrika.

"Ini kasus yang tidak biasa," ungkap dr Hans Kluge, Direktur WHO Eropa. Kemunculan penyakit ini, katanya, menunjukkan bahwa penularan telah berlangsung selama beberapa waktu. Walau kasusnya sejauh ini ringan.

Lebih lanjut, Direktur Pusat Keunggulan Afrika untuk Genomik Penyakit Menular Christian Happi menambahkan bahwa apa yang terjadi di Eropa benar-benar tergolong dalam kasus luar biasa.

"Kami belum melihat apapun untuk mengatakan bahwa pola penularan cacar monyet telah berubah di Afrika. Jadi, Eropa memang harus menyelidikinya," terangnya.

Hipotesisnya sementara adalah cacar monyet mewabah di Eropa karena pemberian vaksin cacar dihentikan negara-negara Eropa sejak 1980. Keputusan ini dinilainya mungkin secara tidak langsung membantu penyebaran cacar monyet hingga mewabah seperti sekarang.

"Karena vaksin cacar dihentikan, artinya orang-orang tidak memiliki kekebalan terhadap cacar monyet," tegas Happi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini