Share

Cacar Monyet Serang Eropa, Hati-Hati Warga Indonesia Pulang Bawa Virus!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 481 2598691 cacar-monyet-serang-eropa-hati-hati-warga-indonesia-pulang-bawa-virus-UIIgx1xCmX.jpg Ilustrasi Cacar. (Foto: Shutterstock)

SETELAH pandemi Covid-19 mulai mereda, penyakit-penyakit lain pun mulai timbul. Salah satu yang paling diwaspadai adalah hepatitis misterius yang menyerang anak anak-anak.

Tapi, belakangan ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga tengah mewaspadai penyakit cacar monyet. Pasalnya, penyakit cacar monyet yang biasanya menyerang negara Afrika kini menyerang negara-negara di Eropa bahkan Amerika Serikat (AS).

WHO melaporkan ada 92 kasus konfirmasi cacar monyet di seluruh dunia, 28 kasus lainnya suspek. Penyakit ini menjadi kekhawatiran serius negara-negara Eropa karena sekarang mulai mewabah.

"Sebanyak 92 kasus terkonfirmasi cacar monyet dan 28 suspek. Penyelidikan terus berjalan. Ada 12 negara melaporkan kasus ini dan negara-negara itu sejatinya bukan negara endemi virus cacar monyet," terang WHO, dikutip dari laman Philippine News Agency.

Hingga saat ini Kementerian Kesehatan tidak mengumumkan satu kasus pun terkait cacar monyet. Apakah artinya Indonesia aman dari penyakit infeksi ini?

Menurut Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, potensi cacar monyet masuk dari negara-negara yang melaporkan kasus sangat besar. Terlebih, Indonesia punya 'direct flight' ke beberapa negara yang melaporkan kasus cacar monyet.

"Jadi, kalau ditanya apakah Indonesia berpotensi melaporkan kasus cacar monyet, bisa saya jawab sangat tinggi potensinya. Terlebih, masa inkubasi penyakit ini yang cenderung lama yaitu 3 minggu, sehingga potensi seseorang membawa virus tanpa disadari pun semakin besar," papar Dicky pada MNC Portal, Senin (23/5/2022).

Selain itu, kata Dicky, hewan membawa virus-nya pun ada di Indonesia. Artinya, potensi penyakit cacar monyet ditemukan di Indonesia pun semakin besar kemungkinannya.

Dengan risiko-risiko tersebut, Dicky meminta kepada pemerintah agar memperkuat deteksi dini di pintu masuk negara yang melaporkan kasus cacar monyet ataupun negara endemi virus cacar monyet.

"Deteksi dini ini bisa berupa pengecekan suhu dan gejala lainnya, serta kalau memungkinkan pengecekan vaksin smallpox yang mana hampir seluruh dunia sudah memilikinya," kata Dicky.

"Jadi, saat di pintu masuk, orang dari negara yang melaporkan kasus monkeypox atau cacar monyet bisa ditanya apakah sudah menerima vaksin smallpox atau belum," tambahnya.

Dia menambahkan, bagi orang yang sakit pun seharusnya kini sudah mulai sadar agar tidak berkeliaran. Sebaiknya yang sakit ditangani oleh tenaga medis dan ditempatkan di tempat yang berbeda dengan yang sehat.

"Ingat, ketika ada masalah ruam di kulit dengan pembengkakan kelenjar getah bening, maka isolasi diri. Sama seperti Covid-19 kemarin. Tapi, untuk cacar monyet, ini sudah ada vaksin dan antiviralnya, sehingga pengobatan bisa lebih terkendali," tambah Dicky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini