Share

Mengenal 2 Jenis Virus Cacar Monyet, Varian Afrika Barat dan Congo Basin

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 481 2598826 mengenal-2-jenis-virus-cacar-monyet-varian-afrika-barat-dan-congo-basin-11Gmlp2Zug.jpg Ilustrasi Virus. (Foto: Shutterstock)

WABAH cacar monyet memang menjadi momok baru di beberapa negara di Eropa. Bagaimana tidak, penyakit yang berasal dari virus langka tersebut sudah menginfeksi beberapa orang.

Memang, virus cacar monyet bisa menular dari manusia ke manusia, meskipun awalnya berasal dari hewan atau kerap disebut sebagai zoonosis. Tapi, yang menjadi masalah adalah mereka yang terpapar tidak memiliki riwayat pernah bepergian ke Afrika.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, wabah cacar monyet yang sudah menyebar ke berbagai negara. Memicu keresahan masyarakat di berbagai negara, sebab mulai ada isu cacar monyet dengan kaum pelangi.

Melansir website resmi WHO, kasus cacar monyet telah dilaporkan ke WHO dari 12 negara anggota yang tidak endemik virus cacar monyet. Sampai saat ini, semua kasus pada sampel dikonfirmasi oleh PCR diidentifikasi terinfeksi clade Afrika Barat.

Urutan genom sampel swab dari kasus yang dikonfirmasi di Portugal, menunjukkan kecocokan virus monkeypox yang menyebabkan wabah saat ini. Kasus serupa pun pernah diekspor dari Nigeria ke Inggris, Israel dan Singapura pada 2018 dan 2019.

Adapun gejala cacar monyet kali ini, masih serupa dengan gejala yang terlihat di masa lalu pada pasien cacar, meskipun secara klinis tidak terlalu parah. Penyakit ini disebabkan oleh virus monkeypox, termasuk dalam genus orthopoxvirus dari famili Poxviridae .

Ada dua clade virus monkeypox: clade Afrika Barat dan clade Congo Basin (Afrika Tengah). Nama monkeypox berasal dari penemuan awal virus pada monyet di laboratorium Denmark pada tahun 1958.

Kasus manusia pertama diidentifikasi pada seorang anak, di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Masa inkubasi cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari.

Virus cacar monyet ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur. Perlu diketahui, cacar monyet biasanya sembuh sendiri tetapi parah pada beberapa individu, seperti anak-anak, wanita hamil atau orang dengan penekanan kekebalan karena kondisi kesehatan lainnya.

Sekadar informasi, infeksi manusia dengan clade Afrika Barat tampaknya menyebabkan penyakit lebih ringan. Dibandingkan dengan clade Congo Basin, dengan tingkat kematian 3,6% dibandingkan dengan 10,6% untuk clade Congo Basin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini