Share

Kafein dalam Tubuh Dapat Bertahan 9 Jam, Awas Kualitas Tidur Bisa Terganggu

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 481 2598949 kafein-dalam-tubuh-dapat-bertahan-9-jam-awas-kualitas-tidur-bisa-terganggu-68Se9vnba5.jpg Ilustrasi Minum Kopi. (Foto: Shutterstock)

KOPI memang biasa diminum ketika seseorang sedang mengantuk atau ketika kita sedang membutuhkan energi. Punya kafein yang cukup tinggi, kopi memang menjadi minuman stimulan yang dapat memberikan energi dan mengusir rasa kantuk.

Sejak tegukan pertama, kafein akan melewati jaringan epitel hingga memasuki aliran darah melalui lapisan mulut, tenggorokan, kerongkongan, dan perut. Ketika kafein berhasil masuk ke dalam tubuh, otak akan bereaksi dengan mengikat senyawa bernama adenosin. Hal inilah yang membuat pikiran Anda terasa lebih segar, sehingga terhindar dari kantuk.

Faktanya, hanya dibutuhkan sekitar 45 menit bagi kafein untuk masuk ke dalam membran sel tubuh Anda. Lalu berapa lama kopi bisa menghalau kantuk? Apakah efek minum kopi bisa mencapai 24 jam lamanya, atau kurang dari itu? Yuk, cek faktanya seperti dilansir dari KlikDokter.

Durasi kafein untuk bekerja di dalam tubuh adalah 5 jam atau maksimal 9 jam. Meski demikian, durasi tersebut bisa saja berubah, tergantung usia, kondisi medis, dan obat yang dikonsumsi.

Kopi

Efek dari kafein itu sendiri mencapai puncaknya sekitar 30β€’60 menit setelah dikonsumsi. Penting dicatat, selain memengaruhi kerja otak, kafein pada kopi juga dapat memberikan efek lain pada tubuh.

Senyawa tersebut bisa menyebabkan kontraksi awal dinding arteri, namun kemudian otot polos akan melemas. Hal ini akan membuka pembuluh darah, sehingga memungkinkan aliran yang lebih deras. Hal tersebutlah yang kemudian membuat pikiran Anda lebih fokus dan merasa bersemangat setelah minum kopi.

Meski demikian, direkomendasikan agar Anda tidak mengonsumsi kopi sekitar 6 jam sebelum tidur. Jadi, bila Anda tidur jam 9 malam, sebaiknya terakhir minum kopi pada pukul 3 sore. Dalam 200 mililiter atau segelas kopi terkandung hingga 200 miligram kafein. Jumlah tersebut mencapai sepertiga asupan kafein yang dianjurkan dalam sehari.

Sementara itu, segelas kopi yang menggunakan susu, seperti latte atau cappuccino mengandung sekitar 175 miligram kafein. Sebagai stimulan untuk merangsang sistem saraf pusat, kadar kafein pada kopi dapat memberi lonjakan energi yang tinggi setelah dikonsumsi. Namun, setelah efeknya habis, tubuh Anda akan terasa lebih lemas daripada sebelumnya.

Atas dasar hal tersebut, Anda sebaiknya hanya mengonsumsi kopi di waktu yang tepat. Pastikan pula takarannya sesuai dengan yang direkomendasikan, agar kualitas tidur Anda tak terganggu. Sebab, bila tubuh terasa lemas, kualitas tidur pun akan berkurang. Esok paginya Anda bisa merasa tetap lelah meski telah tidur semalaman.

Untuk orang dewasa yang sehat, jumlah kafein yang aman dikonsumsi adalah 400 miligram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 4 cangkir kopi. Toleransi kafein pada kopi memang bisa berbeda-beda pada setiap orang. Namun, konsumsi kafein lebih dari 600 miligram dalam sehari atau sekitar 5β€’7 cangkir bisa berbahaya bagi tubuh.

Nah, bagi Anda yang memiliki penyakit mag atau asam lambung namun ingin minum kopi, disarankan untuk mengonsumsi kafein tidak lebih dari 100β€’200 miligram (setara 1β€’2 cangkir) kopi dalam sehari. Jika Anda sensitif terhadap kafein, berhati-hatilah. Karena, mengonsumsi kopi dalam jumlah sedikit sekalipun, seperti secangkir saja, bisa menyebabkan rasa gelisah dan gangguan tidur.

Minum kopi memang kerap menjadi β€œsenjata” untuk menahan kantuk, terutama bila Anda memiliki setumpuk pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. Meski demikian, Anda tetap perlu memperhatikan waktu mengonsumsi dan takarannya agar tidak memengaruhi kualitas tidur.

Ingin tahu fakta kesehatan lain seputar kopi atau asupan lainnya? Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini