Share

Pemerintah Minta Bantuan Epidemiologi, Kaji Penghapusan PPKM

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 481 2598976 pemerintah-minta-bantuan-epidemiologi-kaji-penghapusan-ppkm-unxJS4q2Ok.jpg Ilustrasi Masker. (Foto: Freepik)

MESKIPUN sudah memutuskan untuk memperbolehkan melepas masker, tapi pemerintah tetap melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 di beberapa wilayah Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan akan melakukan evaluasi bersama para ahli epidemiologi untuk menentukan apakah PPKM Level 1 dihapus atau tidak.

Dalam penjelasannya, Dante mengatakan mengendalikan Covid-19 dengan PPKM ada perhitungannya. Dia menyebut parameter yang digunakan pemerintah adalah menghitung Rt atau effective reproduction number Covid-19.

"Mengenai status PPKM yang memang nantinya akan dihapus, kami sedang melakukan evaluasi dengan para epidemiolog," kata Wamenkes Dante dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI disiarkan langsung, Senin (23/5/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada dua opsi ditentukan pemerintah dalam memutuskan PPKM yakni pertama Rt kurang dari dua bulan nilainya kurang dari satu maka PPKM akan diperpanjang setiap dua pekannya. Kemudian, opsi kedua, jika Rt Covid-19 selama 4 bulan kurang dari 1, maka PPKM akan diperpanjang sebulan sekali.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung bila kasus Covid-19 di Indonesia terkendali. Alasannya yaitu persentase antibodi masyarakat Indonesia meningkat. "Kelihatannya kita sudah mulai agak pd terhadap situasi ini (covid), mungkin karena angka antibodi SARS-CoV-2 di kita semakin baik," katanya.

"Penelitian antibodi terhadap covid 19 yang diselenggarakan dua kali di Desember 2021 dan di Maret 2022 di Maret 2022. Sudah ada 99,6 orang-orang di populasi masyarakat, yang diperiksa antibodinya sudah menunjukkan hasil positif sehingga kebal terhadap covid 19," jelas Dante.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini