Share

Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Virus Cacar Monyet

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 481 2599410 kenali-penyebab-gejala-dan-cara-mengobati-virus-cacar-monyet-xjPrSI1Gii.jpg Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA penyebab, gejala, dan cara mengobati virus cacar monyet memang belum banyak diketahui orang. Berbeda dengan cacar air, cacar monyet memang sangat jarang terjadi di Indonesia.

Cacar monyet atau monkeypox termasuk penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus langka dari hewan. Umumnya virus zoonosis ini dapat menular ke manusia lantaran gigitan.

Biasanya, penyebab cacar monyet adalah gigitan hewan liar seperti tupai. Namun, para peneliti juga menemukan virus ini juga menginfeksi sekelompok monyet yang sedang diteliti. Virus cacar monyet sendiri berasal dari genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae.

Sebagian besar kasus cacar monyet yang dialami manusia disebabkan oleh penularan dari monyet. Virus yang berasal dari hewan ini dapat memasuki tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit, saluran pernapasan, selaput lendir, dan mukosa (air liur).

Orang yang terinfeksi virus ini mulai menunjukkan gejala pertamanya setelah 6 hingga 16 hari setelah paparan. Masa inkubasi virus cacar monyet bisa berkisar antara 6 hingga 13 hari. Namun, dalam beberapa kasus bisa juga terjadi dalam rentang yang lebih panjang, yakni 5 hingga 21 hari.

Meski begitu, selama tidak memunculkan gejala seseorang tetap bisa menularkan virus cacar monyet kepada orang lain. Gejala awal penyakit ini sama dengan cacar air, yaitu memunculkan gejala mirip penyakit flu, seperti:

- Demam tinggi

- Sakit kepala yang sangat hebat

- Limfadenopati (pembengkakan pada kelenjar getah bening)

- Sakit pada punggung

- Nyeri pada otot

- Merasakan lemas parah (asthenia)

Pembengkakan kelenjar getah bening sendiri menjadi ciri pembeda antara cacar monyet dengan jenis cacar lainnya. Selain itu, munculnya ruam pada kulit. Ruam pertama kali muncul di wajah yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Wajah dan telapak tangan serta kaki termasuk area yang paling terdampak ruam ini.

Kemunculan ruam juga dapat ditemukan pada membran mukosa yang terletak di tenggorokan, area alat kelamin, termasuk jaringan mata dan kornea.

Perlu diketahui, sejauh ini belum ditemukan pengobatan khusus untuk cacar monyet di Indonesia, mengingat kasus penyakit ini memang belum ditemukan di Indonesia. Meski begitu, penyakit ini dapat ditangani dengan mengendalikan gejala-gejala yang muncul melalui perawatan yang bersifat suportif dan pengobatan melalui antivirus.

Perawatan suportif tidak serta merta menghentikan infeksi virus yang berlangsung, melainkan untuk meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Selama mengalami gejala, penderita harus memperbanyak waktu istirahat serta mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi dengan menjalani diet sehat secara ketat.

Selain itu, hendaknya juga melakukan karantina diri dengan berdiam di rumah dan melakukan pembatasan kontak sosial dengan orang-orang di lingkungan sekitar. Pencegahan melalui vaksin cacar dan vaksin immunoglobulin menjadi solusi utama penanganan cacar monyet ini.

Demikian penyebab, gejala dan cara mengobati cacar monyet yang perlu diketahui dan diwaspadai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini