Share

Hepatitis Akut di Indonesia Bertambah 2 Orang, Total 16 Kasus

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 481 2599516 hepatitis-akut-di-indonesia-bertambah-2-orang-total-16-kasus-rgC62ctJaN.jpg Ilustrasi Penderita Hepatitis. (Foto: Shutterstock)

BERBAGAI macam penyakit bermunculan sejak pandemi Covid-19 mulai mereda. Terbaru, ada kasus yang cukup mengkhawatirkan yakni kasus hepatitis akut misterius.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah memberikan peringatan pada beberapa negara untuk mewaspadai penyakit tersebut, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, kasus hepatitis akut ini telah menelan beberapa korban.

Pasien diduga hepatitis akut di Indonesia bertambah 2 orang, sehingga total kasusnya hingga Selasa, 24 Mei 2022, berjumlah 16 kasus. Masyarakat diimbau terus waspada, tapi tidak panik dalam menanggapi kasus ini.

"Dua kasus baru yang dilaporkan itu berasal dari Banten dan Sulawesi Selatan," terang Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril, di Webinar, Selasa (24/5/2022).

Pada kasus diduga hepatitis akut di Banten, pasien diketahui memiliki hasil laboratorium SGOT dan SGPT di atas 1000 IU/ml. Kemudian, gejala yang dialami pasien adalah demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, gatal, dan ada ruam. "Statusnya pending classification karena sedang menunggu hasil pemeriksaan hepatitis E," ungkapnya.

Sementara itu, pasien diduga hepatitis akut di Sulawesi Selatan diketahui adalah anak berusia 8 tahun, tidak diberitahu jenis kelaminnya, dan kini masih dalam tahap investigasi. "Hasil pemeriksaan lab terjadi kenaikan SGOT dan SGPT lebih dari 1000 IU/ml dan statusnya pending classification," kata Syahril.

Secara detail, kasus diduga hepatitis akut di Indonesia dilaporkan di Sumatera Barat 1 kasus dengan status pasien pending classification, lalu 1 pasien di Jambi dengan status pending classification.

Kemudian, pasien dilaporkan juga di Bangka Belitung (1 pasien, pending classification), DKI Jakarta (1 probable, 4 pending classification), Banten (1 pending classification), DIY (1 pending classification), Jawa Timur (2 pending classification), Sulawesi Selatan (1 pending classification), Bali (2 pending classification), dan NTB (1 pending classification).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini