Share

Daftar 10 Fasilitas Kesehatan yang Bisa Digunakan untuk Diagnosis Hepatitis Akut

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 481 2599569 daftar-10-fasilitas-kesehatan-yang-bisa-digunakan-untuk-diagnosis-hepatitis-akut-fzyzumRSYD.jpg Ilustrasi Rumah Sakit Deteksi Hepatitis. (Foto: Shutterstock)

DEMI mencegah penularan hepatitis akut misterius, maka pasien yang mengalami hepatitis disarankan melakukan pemeriksaan hepatitis E. Berdasarkan kategori Badan Kesehatan Dunia (WHO), mereka yang berusia di atas 16 tahun tidak lagi masuk dalam kategori pasien hepatitis misterius.

Kemenkes juga menemukan data bahwa usia 5-9 tahun menjadi usia paling banyak dilaporkan. Sementara itu, kasus di usia 0-4 tahun ada 4 orang, usia 10-14 ada 4 pasien, dan 15-20 tahun ada 4 pasien.

Karena itu, pemeriksaan hepatitis E menjadi kewajiban yang harus dijalankan pasien yang mengarah ke hepatitis akut. Tes tersebut yang akan menentukan apakah pasien masuk dalam kategori probable atau discarded hepatitis akut.

Dulu, pemeriksaan hepatitis E hanya bisa dilakukan di kantor PMI tertentu saja. Namun, demi mempercepat diagnosis pasien, kini Kementerian Kesehatan menyebarkan reagen hepatitis E ke beberapa fasilitas kesehatan di beberapa wilayah.

"Ada update upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani kasus hepatitis akut ini, yaitu memperluas jangkauan pengecekan hepatitis E. Kini, pemeriksaan hepatitis E tidak hanya di PMI tertentu saja, tapi sudah bisa dilakukan di faskes," terang Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, dalam Webinar, Selasa (24/5/2022).

Ada 10 fasilitas kesehatan yang ditunjuk Kemenkes untuk bisa melakukan pemeriksaan hepatitis E. Faskes tersebut antara lain:

1. RSUP Adam Malik, Medan

2. Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang

3. RSPI Sulianti Saroso, Jakarta

4. RSCM, Jakarta

5. Lab BKPK, Jakarta

6. Labkesda, Jawa Barat

7. RS Soetomo, Surabaya

8. RS Universitas Udayana, Bali

9. RSUD Ulin, Banjarmasin

10. RSUP Wahidin, Makassar

"Artinya, 10 fasilitas kesehatan tersebut kini dipastikan sudah bisa mengecek hepatitis E sendiri. Ini dilakukan agar mempercepat pemeriksaan laboratorium pada pasien yang mengarah ke hepatitis akut," terang Syahril.

Jika melihat lokasi sasaran penerima reagen, Kemenkes menempatkannya sesuai dengan wilayah dengan temuan kasus diduga hepatitis akut. Ini tentu diharapkan bisa memaksimalkan upaya penanganan dan pencegahan hepatitis akut lebih optimal lagi.

Perlu diketahui, pasien sampai bisa dinyatakan probable hepatitis akut jika sudah melewati serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes SGOT dan SGPT, pemeriksaan Hepatitis A, B, C, D, dan E, swab mulut dan hidung untuk melacak virus SARS-CoV2 atau patogen lainnya, hingga pemeriksaan dubur. Jika semua hasil negatif, pasien masuk kategori probable.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini