Share

Setuju PPKM Dihapus, IDI: Asal Jangan Jumawa

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 481 2599619 setuju-ppkm-dihapus-idi-asal-jangan-jumawa-BTIyu6PUt9.jpg Ilustrasi Masker. (Foto: Shutterstock)

SEIRING dengan diizinkannya masyarakat untuk tidak menggunakan masker di ruangan terbuka, maka timbul harapan tidak adalah pembatasan. Pasalnya, saat ini masih ada pembatasan diberlakukan di beberapa tempat.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) memang sudah tidak lagi perlu dilakukan di Indonesia. Namun, memang Indonesia harus terlebih dahulu melihat kondisi pasca-Lebaran ini.

Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan agar pemerintah lebih berhati-hati. Dengan melihat perkembangan, dari berbagai negara ada yang jumlah kasusnya meningkat.

Dalam unggahannya, ia juga meminta agar disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Agar tidak menimbulkan euforia hingga rasa jumawa terkait Covid-19.

"Saya tak keberatan dengan rencana penghapusan PPKM. Namun semuanya harus disosialisasikan dengan baik agar tak menimbulkan euforia dan rasa jemawa," ujar Prof Zubairi diakun Twitter pribadinya @ProfZubairi, Selasa (24/5/2022)

Lebih lanjut, Prof Zubairi juga mengatakan jika organisasi kesehatan dunia (WHO) juga belum mencabut status pandemi Covid-19. "Kita berkaca ke beberapa negara seperti DPRK yang kasusnya meningkat. Dus, WHO pun belum mencabut status pandemi Covid-19 dunia," jelas Prof Zubairi

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan ada dua opsi ditentukan pemerintah, dalam memutuskan PPKM yakni; Rt kurang dari dua bulan nilainya kurang dari satu maka PPKM akan diperpanjang setiap dua pekannya.

Kemudian, opsi kedua, jika Rt Covid-19 selama 4 bulan kurang dari 1, maka PPKM akan diperpanjang sebulan sekali. Dia juga mengatakan akan melakukan evaluasi, bersama para ahli epidemiologi.

"Mengenai status PPKM yang memang nantinya akan dihapus, kami sedang melakukan evaluasi dengan para epidemiolog," kata Wamenkes Dante dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI disiarkan langsung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini