Share

Waspadai Berbagai Risiko Penyakit Kronis Jika Hipertensi Tak Diobati

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 481 2599664 waspadai-berbagai-risiko-penyakit-kronis-jika-hipertensi-tak-diobati-2N1U59uzYk.jpg Hipertensi berisiko timbulkan penyakit kronis (Foto: Freepik)

HIPERTENSI merupakan penyakit yang tak boleh diabaikan. Sebab hipertensi bisa menimbulkan berbagai penyakit kronis lainnya jika dibiarkan.

Dokter Stella Palar Sp.PD-KGH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Ginjal dan Hipertensi Siloam Hospitals Manado mengatakan, hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia, karena prevalansi yang tinggi (34,1%).

 hipertensi

Bahkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan, hipertensi adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg).

"Tidak hanya orang tua saja yang perlu mewaspadainya, bahkan kini anak-anak muda memiliki risiko hipertensi yang tak kalah besar. Hampir 95% kasus hipertensi dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik. Kasus hipertensi sendiri tercatat sebagai kasus kematian utama di seluruh dunia," ujarnya.

Dokter Stella menjelaskan, aliran darah diedarkan ke seluruh tubuh di dalam pembuluh darah yang disebut arteri, tekanan darah adalah kekuatan mendorong darah dari dinding arteri. Dikenal tekanan darah sistolik yaitu setiap kali jantung berdenyut jantung memompa darah kedalam arteri dan diastolik yaitu ketika jantung istirahat diantara denyutan ketika tekanan darah turun.

"Contoh tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg", terang Dokter Stella.

Dokter Stella melanjutkan, Ketika tekanan darah tetap meningkat, kronik dalam waktu atau periode yang lama dapat dikatakan tekanan darah tinggi ( hipertensi), tentu berbahaya karena dapat menyebabkan jantung bekerja terlalu berat dan menyebabkan kekakuan pembuluh darah (aterosklerosis).

Penderita yang mempunyai tekanan darah melebihi 140/90 mmHg saat istirahat disebut hipertensi. Namun diagnosa hipertensi tidak dapat hanya mengandalkan 1 kali pemeriksaan namun harus berulang untuk mengkonfirmasi diagnosis hipertensi, sebagai pencegahan yang disebut hipertensi jas putih dan hipertensi terselubung.

 BACA JUGA:Penderita Hipertensi Tidak Patuh Minum Obat, Ini Risiko yang Dihadapi

Dokter Stella mengingatkan, baik dari faktor penyebab hipertensi dibagi menjadi dua kategori yaitu primer yang presentasinya sekitar 90-95%, dan tidak diketahui penyebabnya, dan sekunder sekitar 5-10% yg penyebabnya diketahui seperti penyakit ginjal, metabolik, jantung dan pembuluh darah, kehamilan, obat-obatan dan beberapa lainnya.

Evaluasi hipertensi oleh dokter setelah menegakkan diagnosis dan derajat hipertensi, berurutan seperti menepis kemungkinan penyebab sekunder, mengidentifikasi faktor faktor resiko dan penyakit penyerta yang mungkin ada, dan menentukan ada tidaknya kerusakan organ.

"Apabila hipertensi tidak diobati dan tidak terkontrol akan beresiko gagal jantung, serangan jantung, penyakit ginjal, kebutaan," ujarnya.

"Maka konsultasikan dengan dokter Anda yang akan memberikan obat penurun tekanan darah guna melindungi dan memperbaiki organ target, pahami pula sejumlah faktor resiko sekaligus teratur memeriksakan tekanan darah", pungkas Dokter Stella.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini