Share

Kenali Penyebab Cacar Api dan 6 Faktor Resikonya

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 481 2600015 kenali-penyebab-cacar-api-dan-6-faktor-resikonya-3eEtKlFs9k.jpg Ilustrasi Cacar Api. (Foto: Shutterstock)

MENGENAL penyebab cacar api penting agar kita tidak paranoid ketika terpapar oleh cacar. Perlu diketahui, cacar umum memang memiliki dua jenis, yakni cacar api dan cacar air.

Cacar api dan cacar air termasuk dua penyakit yang memiliki gejala hampir sama berupa ruam bintik kemerahan. Cacar api atau Herpes Zoster kerap disebut sebagai infeksi lanjutan dari cacar air.

Cacar api dapat sembuh dengan sendirinya kurang lebih 2 hingga 4 minggu. Meski begitu, para penderita tidak diperbolehkan menggaruk ruam kemerahan yang mengandung cairan. Lantas, apa yang menyebabkan cacar api? Bagaimana faktor resikonya? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Cacar Api

Sama halnya dengan cacar air, cacar api juga disebabkan oleh virus varicella zoster. Ketika cacar air telah sembuh, virus varicella zoster tidak menghilang begitu saja melainkan berdiam di dalam sel saraf.

Virus varicella zoster dapat kembali aktif dalam beberapa tahun berikutnya saat sistem imun penderita melemah dan menyebabkan terjadi cacar api. Cacar api berbeda dengan cacar air lantaran tidak akan menular dari satu orang ke orang lain.

Hanya saja, penderita cacar api dapat menularkan virus varicella zoster pada orang lain, yang belum pernah mengalami cacar air. Virus ini dapat menyebar melalui kontak erat atau menyentuh lepuhan pada kulit. Namun, apabila lepuh ini ditutup atau telah membentuk koreng, virus ini tak akan menular lagi.

Perlu diketahui bahwa meski nama virusnya mirip dengan herpes kelamin, penyakit ini tidak berkaitan dengan virus yang menyebabkan herpes kelamin.

Lantaran muncul bertahun-tahun setelah mengalami cacar air, faktor resikonya sebagai berikut ini:

- Seorang yang telah berusia di atas 50 tahun

- Seorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pengidap HIV/AIDS

- Pengidap kanker yang menjalani kemoterapi

- Orang yang mengkonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan)

- Orang yang mengalami stres berat

- Orang yang menderita cedera fisik yang berat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini