Share

Pemulihan Layanan Kesehatan Jadi PR Besar Kemenkes dan WHO

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 481 2600223 pemulihan-layanan-kesehatan-jadi-pr-besar-kemenkes-dan-who-8WNwZAoRG3.jpg Ilustrasi Tenaga Medis. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu yang sektor yang cukup terkena dampak besaar dari pandemi Covid-19 adalah dari sektor kesehatan. Mengingat, banyak tenaga medis yang meninggal karena virus tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mencoba melakukan pemulihan layanan dan sistem kesehatan global. Kolaborasi ini diharapkan bisa memulihkan kesehatan dunia.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Moh. Adib Khumaidi menyampaikan, semua prioritas dan fokus WHO mendatang sejalan dengan arah dan strategi program PB IDI ke depan. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang tepat dalam memberikan pemahaman soal upaya promotif dan preventif melalui para dokter anggota IDI.

Selain itu, IDI juga akan memanfaatkan teknologi Kesehatan untuk memberikan edukasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan edukasi terkait upaya promotif dan preventif.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kesepakatan ASEAN pada Persidangan World Health Assembly ke-75 (WHA75) di Jenewa pada 21-23 Mei 2022, yang merupakan hasil pertemuan ASEAN Health Ministerial Meeting (AHMM) ke-15 di Bali pada 14-15 Mei 2022 lalu.

Adapun kesepakatan tersebut di antaranya kesepakatan ASEAN Universal Verification Mechanism untuk sertifikat Covid-19, perluasan ASEAN Covid-19 Response Fund, dan ASEAN Regional Reserve for Medical Supplies, pembentukan dan operasionalisasi ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Disease.

Kemudian, optimalisasi analisa big data regional dan platform berbagi data genome sequencing global, implementasi protokol Kesehatan ASEAN, memperkuat akses ke Vaksin, Terapi, dan Diagnostik (VTD) dan pasokan medis penting lainnya serta mengejar pelaksanaan ASEAN Post-2015 Health Development Agenda.

"Indonesia menyampaikan ASEAN siap dan tanggap dalam menghadapi persoalan kesehatan baik di situasi damai maupun kedaruratan kesehatan. Ini sejalan dengan tema WHA75 yaitu 'Health for Peace, Peace for Health'," kata Menkes.

Dikatakan Menkes, untuk mewujudkan hal tersebut ASEAN berupaya menjalin koordinasi dan kemitraan strategis baik di level regional, internasional, maupun aktor global lainnya seperti WHO dan G-20 dalam rangka membangun Komunitas ASEAN menuju masyarakat yang sehat, peduli, dan berkelanjutan.

Ya, di tahun ini WHA75 mengambil tema 'Health for Peace, Peace for Health' yang artinya kesehatan untuk perdamaian, perdamaian untuk kesehatan yang menitikberatkan pada penguatan kesiapsiagaan dan respon terhadap keadaan darurat kesehatan. Pertemuan WHA75 ini merupakan pertemuan tatap muka pertama sejak terjadinya pandemi Covid-19.

Secara umum, WHA ke-75 ini membahas strategi global tentang keamanan pangan, kesehatan mulut, dan penelitian dan inovasi tuberkulosis. Selain itu, topik lainnya yang dibahas meliputi, penguatan kesiapsiagaan dan respons WHO terhadap kedaruratan kesehatan serta peta jalan implementasi 2023–2030 untuk rencana aksi global pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Tak hanya itu, dibahas juga soal rencana aksi global antarsektor tentang epilepsi dan gangguan neurologis lainnya; pencegahan eksploitasi, pelecehan, dan pelecehan seksual; penyakit polio; dan inisiatif kesehatan global untuk perdamaian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini