Share

Bau Badan Bikin Gak Pede, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 481 2600332 bau-badan-bikin-gak-pede-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya-JeryVPP7gi.jpeg Bau badan bikin tak percaya diri (Foto: Timesofindia)

BAU badan dan ketiak basah bikin tak percaya diri (pede) dan mengganggu. Penyebabnya dan mengatasinya Anda harus tahu.

Kondisi ini dinamakan hiperhidrosis, yaitu kondisi ketika seseorang berkeringat secara berlebihan. Saat mengalami hiperhidrosis, kelenjar keringat bekerja terus-menerus sehingga menghasilkan kelebihan keringat yang tidak dibutuhkan tubuh.

Bau Badan

dr. Ade Firman Sp.KK dari Hermina Podomoro Sunter menjelaskan, penyebab keringat berlebih ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer biasanya ditandai dengan keringat berlebih di salah satu area tubuh, dan penyebarannya simetris seperti kepala, wajah telapak tangan, ketiak dan kaki.

"Sementara hiperhidroses sekunder keringat berlebih dapat keluar dari salah satu area atau seluruh tubuh penderitanya seperti pada bibir, dahi, kulit kepala dan hidung saat makan makanan pedas dan panas terjadi secara fisiologis pada banyak orang," terangnya

BACA JUGA :Ā Bau Badan Tak Sedap, Halau dengan Berbagai Cara Ini Yuk!

Bahayanya, hiperhidrosis sekunder terjadi karena aktivitas tidur dan kondisi seperti kehamilan, diabetes,Ā  penyakit jantung, gangguan tiroid, stroke, penyakit infeksi, sepertiĀ  malaria, HIV/AIDS, tuberculosis juga menopause.

BACA JUGA :Ā 6 Cara Agar Tidak Bau Badan Biar Tambah Pede

Untuk mengurangi keringat berlebihan, kata Dokter Ade, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Jangan lewatkan mandi dua kali sehari untuk menghilangkan bakteri pada kulit, serta rajin menggunakan antiperspirant didaerah kulit yang berkeringat, terutama daerah ketiak.

Dijelaskan lebih lanjut, antiperspirant berbeda dengan deodoran yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Antiperspirant, menurutnya, diformulasikan untuk memberikan perlindungan keringat dan bau yang sangat efektif.

AntiperspirantĀ  bisa mengurangi keringat pada pori-pori kulit, yaituĀ  pada kelenjar Apokrin yang keluar dari tubuh,karena didalam kulit terdapat dua kelenjar keringat Ekrin dan Apokrin," ujarnya.

Brand Executive Perspirex Ratu Trini Tirta menjelaskan, selama ini banyak masyarakat yang lebih mengetahui deodoran dibanding antiperspirant. Baik antiperspirant maupun deodorant, keduanya punya cara masing-masing dalam menangani bau badan.

"Tapi, kekurangan deodorant membuat noda kuning di baju juga membuat bau keringat bercampur dengan wangi deodorant, yang kadang malah menimbulkan bau aneh, apalagi bercampur juga dengan aroma parfum yang dipakai sehari-hari. Sementara antiperspirant tidak menghasilkan bau," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini