Share

Cacar Monyet Rentan Menyerang Anak-Anak?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 481 2600586 cacar-monyet-rentan-menyerang-anak-anak-Zhs9v46YrS.jpg Ilustrasi gejala cacar monyet selain ruam (Foto: Verywellhealth)

BADAN Kesehatan dan Keamanan Inggris telah melaporkan sebanyak 71 kasus cacar monyet atau monkeypox. Dari jumlah tersebut, para peneliti di sana mengatakan sangat jarang terjadi pada anak-anak.

Kemungkinan besar anak mengalami ruam disebabkan oleh cacar air atau penyakit tangan, kaki dan mulut. Salah satu dokter mengatakan jika para orang tua tidak perlu cemas, sebab jumlahnya sedikit terhadap anak-anak.

Cacar monyet

"Sebagai orang tua dengan anak mengalami ruam, saya tidak berpikir orang tua harus khawatir tentang ini ... cacar monyet pada tahap ini. Karena kami melihat jumlah kasus yang sangat sedikit," kata Dr David Porter, konsultan penyakit menular pediatrik di Alder Hey Children's NHS Foundation Trust, dilansir Sky News, Kamis (26/5/2022)

Lebih lanjut, ia menerangkan jika kasus yang ada justru didominasi mereka usia dewasa. Dia juga melihat kasus terdahulu di Afrika beberapa tahun terakhir, memang jarang menemukan pada anak-anak.

"Dan dalam semua wabah sebelumnya yang telah terjadi di luar Afrika selama beberapa tahun terakhir, kami telah melihat jumlah kasus yang sangat jarang pada anak-anak, jadi bagaimanapun juga didominasi pada orang dewasa," jelasnya,

BACA JUGA : Apa itu Cacar Monyet? Yuk Kenali 7 Gejalanya

BACA JUGA : Vaksin Varicella Cacar Air 85% Efektif Cegah Cacar Monyet, Gratis?

Penularan di Rumah tangga dan perawatan kesehatan

Para peneliti, juga mengatakan adanya hasil penelitian yang mengamati tujuh kasus cacar monyet di Inggris antara 2018 dan 2021. Studi diterbitkan dalam The Lancet Infectious Diseases mengidentifikasi bahwa meskipun terbatas, penularan di Inggris telah terjadi di rumah tangga dan pengaturan perawatan kesehatan.

Mereka juga mengamati tanggapan pasien terhadap dua obat antivirus berbeda, yang dikembangkan untuk, dan dalam keadaan siaga untuk mengobati cacar yaitu brincidofovir dan tecovirimat.

Hasilnya, obat Tecovirimat dapat mempersingkat durasi gejala cacar monyet dan mengurangi lamanya waktu pasien menularkan. Para peneliti menjelaskan obat itu akan diberikan berdasarkan kasus per kasus.

Dalam penelitian mereka, obat itu diberikan untuk membuat ibu keluar dari rumah sakit sesegera mungkin, sehingga dia bisa pulang ke rumah putrinya.

"Meskipun ukuran penelitiannya kecil, data yang diperoleh dari tujuh kasus kaya, memberi tim wawasan baru dan menyarankan arah perjalanan untuk penelitian masa depan," keterangan Penulis pertama di atas kertas, Hugh Adler dari Liverpool School of Tropical Medicine

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini