Share

Indonesia Belum Ada Kasus Cacar Monyet, IDI Minta Tetap Waspada: Semua Rentan

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 481 2600637 indonesia-belum-ada-kasus-cacar-monyet-idi-minta-tetap-waspada-semua-rentan-It81p0GzvK.jpg Waspadai cacar monyet (Foto: Timesofindia)

KASUS cacar monyet di dunia diketahui sudah mencapai 250 lebih. Meski begitu, Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan di Indonesia belum ada kasus cacar monyet.

Hal tersebut ia sampaikan dalam unggahan akun sosial media (Twitter) pribadinya. Prof Zubairi mengingatkan jika siapa pun bisa tertular atau terinfeksi virus dari cacar monyet (monkeypox).

Cacar monyet

"Belum ada di Indonesia, lebih dari 250 kasus dari 16 negara. Semua rentan," ujar Prof Zubairi dikutip dari Twitter pribadinya @ProfZubairi, Kamis (26/5/2022)

Jumlah kasus yang diungkap Prof Zubairi sekitar ada 250 kasus dari 16 negara. Melansir dari Reuters pada (25/5) ditemukan lebih dari 100 kasus dikonfirmasi, dari 20 negara yaitu Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Hingga United Arab Emirate,dsb.

BACA JUGA : Cacar Monyet Rentan Menyerang Anak-Anak?

Menurut Prof Zubairi, wabah monkeypox ini sangat kecil kemungkinannya menjadi pandemi. Sehingga dia mengingatkan ada gejala yang jelas dari cacar monyet ini.

"Tak tergantung preferensi seksual. Kecil kemungkinan jadi pandemi. Gejala jelas. Muncul pustula yang bantu identifikasi. Kontak dengan hewan liar meningkat karena deforestas," tambahnya.

BACA JUGA : Apa itu Cacar Monyet? Yuk Kenali 7 Gejalanya

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) cacar monyet tidak mudah menular antar manusia, membutuhkan kontak dekat yang lama dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan atau bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

Sementara gejala awalnya, mulai muncul dalam satu dan dua minggu setelah infeksi, termasuk demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan otot. Hal ini diikuti dengan munculnya, ruam khas dengan pustula di wajah, tangan, dan di tempat lain di tubuh.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini