Share

Ini Alasan Tak Semua Racikan Obat Herbal Itu Berkhasiat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 481 2600907 ini-alasan-tak-semua-racikan-obat-herbal-itu-berkhasiat-DZxGrSPgA8.jpg Racikan obat herbal tak selalu bermanfaat (Foto: Medicaldaily)

MASYARAKAT Indonesia sudah sangat familiar dengan jamu atau obat herbal. Dua benda tersebut bahkan punya tempat tersendiri di hati masyarakat, sampai jadi alasan menolak obat kimia pada beberapa orang.

Tapi, tahukah Anda bahwa racikan herbal tidak selalu bermanfaat untuk kesehatan. Kenapa begitu? Bukankah herbal jauh lebih aman untuk kesehatan tubuh?

Obat Herbal

Dijelaskan Ahli Kesehatan Prof Iris Rengganis, jika bicara soal racikan herbal, tidak ada yang bisa memastikan apakah di dalam campuran itu kadar toksiknya tinggi atau tidak.

Selain itu, apakah campuran antara bahan herbal satu dengan yang lainnya benar dan memberi manfaat ke kesehatan, ini pun tidak bisa dipastikan.

"Minuman racikan herbal itu kalau asal campur dengan dosis yang sembarang, akan berdampak buruk bagi kesehatan. Makanya, harus hati-hati sekalipun terbuat dari herbal," kata Prof Iris saat ditemui MNC Portal di acara Meet The Experts yang diinisiasi PT Biotek Farmasi Indonesia, Kamis (26/5/2022).

BACA JUGA : Waspada Obat Pelangsing Berlabel Herbal, Malah Ganggu Fungsi Jantung

BACA JUGA : 7 Obat Tradisional untuk Atasi Asam Lambung, Banyak Tersedia di Dapur

Karena berpotensi kurang baik pada kesehatan tubuh, racikan herbal yang dikonsumsi dalam jangka panjang pun meningkatkan risiko yang dapat membahayakan kesehatan. Artinya, sekalipun herbal tetap harus ada takarannya dan tidak asal mencampur.

Di samping itu, Peneliti PT Biotek dr Rinto menjelaskan bahwa yang namanya jamu itu memang baik untuk kesehatan. Tapi, mengandalkannya untuk menyembuhkan penyakit, tentu kurang tepat.

"Kalau untuk menjaga kebugaran tubuh, ya, it's okay. Tapi, kalau tujuannya untuk menyembuhkan kurang tepat. Terlebih jika sudah minum banyak tapi gejala tidak membaik, ya, harus ke dokter untuk dapat penanganan lebih lanjut," tambahnya.

"Jamu atau herbal itu boleh dikonsumsi sebagai upaya menjaga kesehatan bagi yang sehat. Tapi, kalau sakit, ya, harus ke dokter sekalipun bisa dikombinasikan dengan herbal," terang dr Rinto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini