Share

Risiko Migrasi BPA Paling Tinggi pada Jenis Makanan Ini

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 298 2601532 risiko-migrasi-bpa-paling-tinggi-pada-jenis-makanan-ini-VJ6I7CNa5g.jpg Makanan dalam kemasan (Foto: Self)

DOKTOR Nugraha Edhi Suyatma, Dosen dan Peneliti Jurusan Teknologi Pangan IPB menjelaskan, risiko migrasi BPA yang paling tinggi ada pada makanan dan minuman kaleng.

"Jadi kalau mengkaitkan resiko BPA dengan galon air minum dalam kemasan berbahan polikarbonat itu aneh. Karena walau dijemur pada suhu 36 derajat celcius pun galon polikarbonat tidak apa-apa,” ujar Dr. Nugraha.

 makanan kaleng

Potensi migrasi BPA di galon polikarbonat itu dari hasilan kajian ilmiah berada di titik 80 derajat Celcius. Begitu juga dengan kekuatan menahan benturannya, galon polikarbonat terbilang tangguh.

Keunggulan BPA pada galon dan epoksi resin adalah melindungi isi dalam kemasan karena sifatnya yang lebih tahan panas, polikarbonat jadi lebih kuat, tidak mudah luruh. Apalagi dalam kemasan kaleng, BPA melindungi isi makanan-minuman di dalamnya agar tidak mudah terkena korosi kaleng.

Dalam kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyatakan belum ada risiko bahaya kesehatan terkait BPA karena data paparan BPA terlalu rendah untuk menimbulkan bahaya kesehatan. EFSA menetapkan batas aman paparan BPA oleh konsumen sebesar empat mikrogram/kg berat badan/hari.

Sementara itu, Dr. Agustina M. Purnomo, Peneliti Bidang Keluarga dan Konsumen Ruang Lestari menambahkan, faktor kepercayaan konsumen kepada BPOM adalah hal yang harus dipertahankan. "Satu-satunya yang harus dipertahankan adalah kepercayaan kepada pembuat regulasi dalam hal ini BPOM,” katanya.

 BACA JUGA:5 Makanan Jepang yang Bisa Bikin Panjang Umur

Ia mengatakan, dari sisi konsumen yang paling penting adalah keamanan ketika mengonsumsi produk yang digunakan. Ini yang perlu diedukasi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini