Share

Tes Ini Diperlukan untuk Tentukan Denyut Jantung Cepat Akibat Aritmia atau Bukan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 481 2601385 tes-ini-diperlukan-untuk-tentukan-denyut-jantung-cepat-akibat-aritmia-atau-bukan-VGml2uy4Fl.jpg Mengenali perbedaan aritmia dengan sakit jantung lain (Foto: Shutterstock)

DENYUT jantung yang cepat, terlalu lemah, atau tidak beraturan dalam dunia medis disebut sebagai gangguan aritmia. Kondisi ini bisa mengancam nyawa karena sebabkan henti jantung.

Menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana kita tahu denyut jantung yang cepat itu adalah aritmia, bukan kondisi lain misal hanya karena cemas atau efek kafein belaka?

kondisi jantung

Diterangkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dan Intervensi Mayapada Hospital Surabaya dr Rerdin Julario, SpJP(K), untuk mendiagnosis seseorang mengalami gangguan aritmia atau tidak memang diperlukan sejumlah pemeriksaan medis.

"Untuk mendiagnosa aritmia, dokter akan mengevaluasi gejala dan riwayat medis pasien melalui pemeriksaan fisik dan penunjang seperti tes Elektrokardiografi (EKG), treadmill test, holter monitor, dan electrophysiology study (EP Study)," kata dr Rerdin dalam keterangan tertulis, Jumat (27/5/2022).

EP Study sendiri, lanjut dr Rerdin, adalah golden standar untuk mendiagnosa aritmia. Dengan pemeriksaan tersebut, dapat dipetakan aktivitas listrik jantung, sehingga titik penyebab gangguan kelistrikan jantung dapat diketahui.

"Berdasarkan hasil EP Study, dapat ditentukan jenis aritmia apa yang dialami si pasien, termasuk juga terapi apa yang dibutuhkan untuk mengembalikan irama jantung ke kondisi normal," terang dr Rerdin.

Terkait dengan penanganan aritmia, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Mayapada Hospital Tangerang dr Agung Fabian Chandranegara, SpJP(K) mengatakan, itu akan sangat tergantung pada jenis artimianya.

"Penanganan aritmia disesuaikan dengan jenis aritmia yang dialami pasien. Tindakan berupa pemasangan alat pacu jantung atau pacemaker biasanya digunakan untuk kasus aritmia yang denyut jantungnya lebih lambat dari normal," kata dr Agung.

Tindakan lain yang bisa diberikan misalnya ablasi jantung. Terapi tersebut adalah tindakan untuk mengoreksi aritmia dengan cara memasukkan kateter melalui pembuluh darah sampai ke jantung.

"Elektroda pada ujung kateter biasanya dilengkapi dengan energi radiofrekuensi untuk mengablasi titik tertentu pada jantung yang menyebabkan aritmia, sehingga jantung dapat kembali berdenyut dengan normal," tambah dr Agung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini