Share

Menkes: Indonesia Butuh 130 Ribu Dokter Lagi

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 28 Mei 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 481 2601732 menkes-indonesia-butuh-130-ribu-dokter-lagi-S8kf4bztZS.jpg Ilustrasi Dokter. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 memang telah menunjukkan pentingnya tenaga kesehatan sebagai garda depan. Kecukupan dokter di Indonesia memang saat ini dinilai sangat kurang, apalagi banyak yang gugur kala melawan Covid-19.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, saat ini hanya ada sekitar 150.000 dokter aktif. Padahal, dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 275 juta paling tidak harus ada 275.000 dokter, sesuai dengan aturan organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Tapi kalau saya lihat yang punya STR (Surat Tanda Registrasi) 140.000-an, enggak sampai 150.000 yang aktif. Jadi bayangin kalau kebutuhan 275.000, sekarang hanya ada 150.000-140.000, kita butuh 130.000-120.000 dokter lagi," ujar Menkes Budi dalam Video Conference, Jumat (27/5/2022)

 Dokter

Budi mengatakan jika perlu adanya terobosan dalam sumber daya manusia (SDM) salah bidang kesehatan. Seperti, setiap daerah dan kota memiliki fakultas kedokteran (FK), untuk melahirkan dokter umum atau spesialis.

Guna mengejar kekurangan jumlah dokter di Indonesia yang hanya ada sekitar 150.000. "Dulu ada moratorium, moratorium sudah dibuka," katanya

Menurutnya jumlah dokter yang ada setiap tahun, hanya ada 12.000. Maka ini menciptakan kesenjangan (gap), sekiranya 10 tahun kedepan baru bisa melahirkan 120.000 dokter.

Dia menilai gap ini selalu terulang, sehingga tidak ada perubahan untuk perbaikan. Dia menekankan untuk melakukan terobosan, tentu dalam praktiknya, dia akan berkerjasama dengan mas Nadiem selaku Menteri Mendikbudristek.

"Kalau saya lihat 10 tahun lalu bagaimana? Begini juga kondisinya. Jadi enggak ada perbaikan gapnya, tetap saja gap 10 tahun. Oleh karena itu, kita melakukan terobosan-terobosan di bidang SDM kesehatan," jelas Menkes Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini