Share

WHO Khawatir Penularan Cacar Monyet Tak Akan Berhenti dalam Waktu Dekat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 28 Mei 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 481 2601771 who-khawatir-penularan-cacar-monyet-tak-akan-berhenti-dalam-waktu-dekat-xV1ZY4byKc.jpg Ilustrasi Virus Cacar Monyet. (Foto: Freepik)

PENYAKIT cacar monyet terus mengalami peningkatan di seluruh dunia. Data terbaru mengatakan, total cacar monyet di dunia hampir 200 kasus, dilaporkan lebih dari 20 negara.

Pasalnya, penyakit yang dahulu hanya terjadi di Benua Afrika, kini menjangkit banyak negara-negara di Eropa. Tidak heran jika penyakit cacar monyet ini mendapat sorotan utama Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sejauh ini WHO mendefinisikan cacar monyet sebagai penyakit yang dapat dikendalikan penyebaran kasusnya. Namun, melihat fenomena saat ini WHO pun khawatir cacar monyet akan membahayakan keselamatan masyarakat global.

Dokter Sylvie Briand, direktur penyakit pandemi dan epidemi WHO, bahkan menjelaskan bahwa jumlah kasus cacar monyet mungkin meningkat dalam beberapa hari mendatang dan peristiwa itu tidak biasa.

Dalam diskusi WHO yang dilakukan belum lama ini, diketahui bahwa salah satu penyebab penyebaran virus cacar monyet begitu cepat terjadi di masyarakat karena perilaku manusianya itu sendiri, bukan karakter virusnya yang semakin ganas. Meski begitu, WHO masih menginvestigasi hal ini.

"Ada banyak ketidakpastian tentang masa depan dan penyakit ini khususnya, karena kita semua tidak tahu apakah penularan cacar monyet akan berhenti atau tidak," kata dr Briand, dikutip dari Fox News, Sabtu (28/5/2022).

Kekhawatiran WHO pun menyoal apakah ada upaya potensial untuk membatasi penyebaran di masyarakat dan juga sudah sejauh mana sebetulnya virus menyebar di seluruh dunia. Saat ini, tambah Briand, WHO tidak tahu apakah dunia hanya melihat puncak gunung es atau bukan, dan sulit untuk menilai risiko di masyarakat.

Secara teori, virus cacar monyet menyebar melalui sentuhan atau gigitan hewan liar yang terinfeksi. Ini mengacu pada kasus di Afrika bagian barat dan tengah yang memang banyak ditemukan kasusnya.

Namun, mantan pemimpin departemen darurat WHO mengatakan kepada The Associated Press awal pekan ini bahwa kasus di Eropa tampaknya telah menyebar karena aktivitas seksual di rave di Spanyol dan Belgia.

Meskipun ini bukan infeksi menular seksual, penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak pribadi dan seksual, dengan sebagian kecil dari kasus yang tercatat terjadi di antara pria gay dan biseksual.

Namun, pihak berwenang Spanyol mengatakan sebelumnya bahwa kasus di sana telah meningkat menjadi 98, termasuk seorang wanita yang infeksinya berhubungan langsung dengan rantai penularan yang sebelumnya terbatas pada pria.

Lebih lanjut, untuk mengobati cacar monyet, beberapa vaksin cacar dan terapi telah tersedia. Namun, jadi catatan bahwa tidak ada vaksin yang dikembangkan secara khusus untuk melawan cacar monyet. WHO sendiri mengusulkan untuk membuat persediaan vaksin untuk membagi secara adil kepada negara yang membutuhkan.

Di sisi lain, Dr Rosamund Lewis, kepala departemen cacar WHO, mengatakan bahwa tidak perlu vaksinasi massal untuk melawan penyakit ini, karena cacar monyet tidak menyebar dengan mudah pada manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini