Share

Dokter Reisa Jabarkan 6 Indikator Indonesia Layak Masuk Endemi

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 28 Mei 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 481 2601783 dokter-reisa-jabarkan-6-indikator-indonesia-layak-masuk-endemi-cEYkrOT7cF.jpg Ilustrasi Syarat Masuk Endemi. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH memang telah mengizinkan masyarakat untuk melepas masker dengan syarat dan ketentuan yang tetunya berlaku. Mereka yang bisa melepas masker pun adalah yang sudah menjalani vaksin booster dan sedang sehat.

Namun, aturan ini tidak berlaku di tempat yang ramai orang. Hal inipun sejalan dengan transisi Indonesia ke endemi dari pandemi. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan memastikan saat ini dalam transisi, namun ada beberapa indikator yang perlu diketahui.

Dia mengatakan jika pascalebaran kemarin, bisa dilihat tidak adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini menjadi salah satu indikator, pemerintah melakukan pelonggaran aturan Covid-19.

"Alhamdulillah kita lihat belakangan ini situasi semakin membaik. Ada beberapa indikator sebenarnya untuk peralihan dari fase pandemi ke endemi yang beberapa indikator ini sudah terpenuhi," ujar dr Reisa dalam siaran sehat di YouTube RRI Net Official, dikutip Sabtu (28/5/2022)

Berikut ada 6 indikator yang sudah tercapai saat ini antara lain:

- Tidak ada kenaikan signifikan

- Positivity rate dibawah 3 persen

- Keterisian rumah akut dibawah 5 persen

- Angka kematian dibawah 3 persen

- Tingkat Kekebalan tubuh 99 persen

- Capaian vaksinasi

Dokter Reisa menambahkan jika kondisi ini berbeda dengan tahun lalu, adanya lonjakan setelah Labran dan adanya varian delta. Selain itu, adanya varian baru Omicron saat momen Nataru juga mencatat adanya tambahan pasien positif Covid-19.

"Ada tahun 2020 ada lonjakan karena varian delta dan juga ada momen natatu adanya varian baru. indikator kedua yaitu positivity rate dibawah 3 persen, keterisian rumah sakit untuk perawatan rumah sakit Covid-19 dibawah 5 persen," jelasnya

Sehubungan dengan tingkat imunitas atau antibodi, dr Reisa mengatakan hal itu berdasarkan survei dilakukan pemerintah. Hasilnya sekitar 99 persen lebih masyarakat sudah memiliki kekebalan tubuh.

"Kemudian angka kematian dibawah 3 persen an berkaitan dengan tingkat imunitas berdasarkan survei dilakukan pemerintah 99% dari hasilnya menunjukkan kekebalan, tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini