Share

Punya Iklim Tropis, Indonesia Sangat Cocok Terapkan Sustainable Fashion

Intan Afika, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 194 2603783 punya-iklim-tropis-indonesia-sangat-cocok-terapkan-sustainable-fashion-EqPgAbluUj.jpg Ilustrasi Sustainable Fashion. (Foto: Shutterstock)

SUSTAINABEL fashion memang tengah menjadi corncern banyak kalangan saat ini. Oleh karena itu, demi menjaga agar lingkungan tetap terawat, maka industri mode pun berusaha untuk mengurangi jumlah sampah pakaian di bumi lewat sustainable fashion.

Desainer Jeny Tjahyawati mengatakan, sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan kini sudah menjadi perhatian sebagian besar masyarakat, khususnya para pelaku bisnis fesyen. Sustainable clothing atau baju-baju berbahan lestari sendiri mengacu pada kain yang berasal dari sumber daya yang ramah lingkungan, seperti tanaman serat yang ditanam secara berkelanjutan.

Jeny menyebut, katun organik menjadi kain primadona yang paling laris di pasar fashion Muslim Indonesia belakangan ini. Pasalnya, jenis kain ini dinilai nyaman dipakai untuk berbagai aktivitas yang padat dan sesuai cuaca di Indonesia.

Sustainable Fashion

"Kain yang bermaterial sustainable itu bahannya lebih ringan, lebih mudah dibentuk dan menyerap keringat, cocok untuk iklim Indonesia yang tropis," ujarnya dalam acara virtual Cotton USA dan U.S. Cotton Trust Protocol in the Muslim Fashion Wear Industry.

Hal itu turut dirasakan oleh Eugene Budiman selaku Presiden PT MBS Brand Salt n Pepper (Subsidiary of PT Pan Brothers Tbk) Menurutnya, kini masyarakat Indonesia sudah mulai sadar untuk menjaga kelestarian lingkungan bumi, termasuk dalam pemilihan bahan pakaian agar limbah pakaian tersebut masih bisa diserap dan diperbaharui lagi oleh bumi. "Costumer jadi lebih peka, notice, oh brand ini peduli lingkungan. Itu menguntungkan banget," ucapnya.

Pemilihan produk sustainable yang tepat memang dapat memberi kesan nyaman ketika dipakai, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu sering membeli baju dalam jangka waktu dekat. Selain itu, kata Jeny Tjahyawati, perawatan kain yang sustainable pun jauh lebih mudah dibandingkan kain sintetis.

Melihat perkembangan itu, Eugene berharap, sustainable fashion bisa terus digaungkan oleh para desainer, influencer, hingga artis ternama Tanah Air. "Karena, menjaga kelestarian lingkungan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh manusia di muka bumi," tandasnya.

Pada Oktober 2021, pemerintah Indonesia sendiri telah mencanangkan inisiatif untuk mempromosikan Indonesia sebagai pusat industri busana Muslim dunia dan mengembangkan lebih luas ekspor kain dan garmen busana muslim dari Indonesia ke berbagai negara di dunia.

Demi mendukung inisiatif pemerintah tersebut, Cotton Council International (CCI), asosiasi perdagangan nirlaba yang mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS) pun turut berkontribusi dengan memproduksi kapas berkelanjutan serta mengedepankan transparansi penuh terhadap perbaikan berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

"Komitmen dan konsistensi kami dalam memberikan nilai tambah bagi industri tekstil secara global, tidak terkecuali di Indonesia, senantiasa kami wujudkan melalui berbagai inisiatif," tandas Dr Andy Do, perwakilan CCI di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini