Share

Mengenal Gangguan Mental Duck Syndrome, Bukan karena Sering Selfie ala Duck Face Ya

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 612 2603856 mengenal-gangguan-mental-duck-syndrome-bukan-karena-sering-selfie-ala-duck-face-ya-QsgpQG5mQO.jpg Ilustrasi Gangguan Mental. (Foto: Shutterstock)

MEMILIKI masalah dalam kehidupan ini adalah hal yang wajar, tingkat kesulitan sebuah masalah pun sangat relatif bagi semua orang. Selain itu, cara seseorang dalam menghadapi dan mengatasi segala permasalahan yang dihadapi juga tidak bisa disamakan.

Oleh karena itu, beberapa orang mungkin berusaha mencari bantuan dan masukan ketika menghadapi masalah. Tapi, ada juga mereka yang memendam masalah tersebut dan mencoba bersikap tenang.

Ada orang yang justru terlihat tampak tenang dan baik-baik saja namun sebenarnya ia tertekan oleh berbagai persoalan hidup yang ia hadapi. Hal tersebut biasa dinamakan duck syndrome. Duck syndrome merupakan kondisi di mana seseorang terlihat sangat baik-baik saja di luar namun ternyata memiliki segudang persoalan pelik namun ia berusaha untuk menyembunyikannya.

Stress

Dilansir dari Alodokter, istilah duck ini bukan lantaran selfie dengan gaya seperti bebek atau duck face, namun menganalogikan bebek yang berenang seolah sangat tenang, tetapi kakinya berjuang keras untuk bergerak agar tubuhnya tetap bisa berada di atas permukaan air.

Duck syndrome atau sindrom bebek pertama kali dikemukakan di Stanford University, Amerika Serikat, untuk menggambarkan persoalan yang dihadapi oleh para mahasiswanya. Ada banyak faktor yang memengaruhi terjadi duck syndrome ini, salah satunya adalah faktor lingkungan, pola asuh, pola hidup, dan pengaruh media sosial.

Meski tidak termasuk dalam golongan gangguan mental, duck syndrome jika diabaikan dapat menjadi salah satu hal yang serius. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi duck syndrome dikutip dari Alodokter.

1. Lakukan konseling dengan pembimbing akademik atau konselor di sekolah atau kampus.

2. Kenali kapasitas diri agar dapat bekerja sesuai dengan kemampuan.

3. Belajar untuk mencintai diri sendiri.

4. Jalani gaya hidup sehat, yakni dengan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol.

5. Luangkan waktu untuk melakukan me time atau relaksasi guna mengurangi stres.

6. Ubah pola pikir menjadi lebih positif dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

7. Jauhi media sosial untuk beberapa waktu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini