Share

Umur Berapa Anak Baru Bisa Dikenalkan dengan Protein Hewani?

Tim Okezone, Okezone · Senin 06 Juni 2022 22:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 612 2606715 umur-berapa-anak-baru-bisa-dikenalkan-dengan-protein-hewani-lwcq2XZDHY.jpg Ilustrasi Anak Makan. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH menargetkan prevalensi stunting pada 2024 hanya 14 persen. Adapun angka stunting pada 2021 adalah 24,4 persen. Artinya pemerintah harus menurunkan 2,7 persen prevalensi stunting setiap tahunnya.

Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, Dr. Erna Mulati, MSc-CMFM menjelaskan untuk mencapai target tersebut sudah disiapkan intervensi spesifik. Adapun intervensi spesifik adalah intervensi yang dilakukan sebelum dan setelah anak lahir.

Intervensi sebelum anak lahir, sambung Erna, seperti pemeriksaan kehamilan, deteksi dini masalah kesehatan termasuk masalah gizi ibu hamil yang berpengaruh langsung pada pertumbuhan janin. Sedangkan intervensi setelah anak lahir adalah promosi pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan, pemberian MPASI dengan mengutamakan asupan makanan tinggi protein hewani, hingga pemantauan tumbuh kembang balita.

Lantas pada usia berapakah protein hewani idealnya diperkenalkan kepada anak? Sesuai dengan rekomendasi WHO maupun IDAI, 6 bulan pertama anak hanya mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya. Setelah 6 bulan, mereka diperkenalkan dengan berbagai protein hewani maupun nabati.

Anak Bayi

“Harus diingat prinsip pemberian MPASI adalah makanan dengan gizi lengkap dan seimbang. Jadi harus mengandung juga karbohidrat, lemak, vitamin serta mineral. MPASI tidak bisa menu tunggal, misalnya hanya lauk, sayur atau buah saja,” kata dr. Kurniawan seperti dilansir dari Antara.

Lebih lanjut dr. Kurniawan menyebutkan, mulai anak MPASI, susu bisa berperan sebagai sumber protein hewani yang melengkapi. Adapun sumber protein hewani lainnya adalah daging, ikan, atau telur.

Semntara untuk anak di atas 1 tahun, sambung dr. Kurniawan mengatakan Kandungan Gizi yang Lengkap dalam Susu Mendukung Kebutuhan Mikronutrisi di Masa Remaja dan Ibu Hamil. ”Selain susu pertumbuhan, juga dapat diberikan susu UHT atau susu pasteurisasi,” tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini