Share

Buat Tempat Tes Covid Gaib, Remaja 17 Tahun Ini Kantungi Rp88Miliar!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 612 2606736 buat-tempat-tes-covid-gaib-remaja-17-tahun-ini-kantungi-rp88miliar-KXEW5sJ9Lf.JPG Tes Covid-19 (Foto: Freepik)

Situasi pandemi Covid-19 dengan permintaan untuk tes swab yang melonjak, dimanfaatkan oleh seorang remaja berusia 17 tahun untuk meraup keuntungan ilegal dari negara.

Hal ini berawal dari gelombang kasus Covid-19 di Jerman yang membuat permintaan tes swab dari masyarakat jadi melonjak tajam. Jerman sebagai negara, diketahui mengganti biaya tes swab Covid tersebut kepada layanan kesehatan yang menyediakan.

Namun karena sedang sangat ramai, saat itu pemerintah menggelontorkan dana pengganti hanya dengan syarat dokumen faktur. Pada tahun 2020 dan 2021, untuk mempercepat pengujian pemerintah Jerman mempercayakan Kassenärtzlichen Vereinigung, asosiasi dokter yang disetujui oleh layanan asuransi kesehatan Jerman, untuk mengawasi pengujian Covid-19 dan menangani pembayaran ke pusat pengujian swasta.

Sayangnya kondisi ketika negara tengah kewalahan ini dimanfaatkan remaja berusia 17 tahun asal Freiburg yang tak disebutkan namanya tersebut, dengan membuat tempat tes swab Covid palsu yang bahkan tidak pernah ada di kehidupan nyata.

Pada periode Maret dan Juni 2021, remaja nekat itu mengajukan invoice penagihan kepada pemerintah, mengklaim tagihan atas sekira 500 ribu tes swab setiap hari kepada pemerintah Jerman. Hasilnya, ia dilaporkan berhasil mengantongi 5,7juta Euro atau kurang lebih Rp88miliar tanpa melakukan apa pun, dikutip dari Oddity Central, Senin (6/6/2022).

Dalam waktu kurang dari empat bulan, penipu muda ini menjalankan tindak kriminalnya tersebut. Usaha liciknya bertambah mulus, ketika pihak Kassenärtzlichen Vereinigung tak pernah curiga atas catatan angka tes swab yang diklaim dilakukan setiap hari itu. Sebaliknya, remaja tersebut lancar menerima pembayaran tepat waktu sebesar 5,7 juta Euro di rekening banknya.

Akhirnya pada Juni 2021, kecurigaan muncul dari petugas bank yang mendapati rekening bank sang remaja membengkak menjadi lebih dari USD6 juta. Sehingga dicurigai ada bentuk penipuan seperti pencucian uang di dalamnya. Pihak bank lalu menghubungi polisi, alhasil terungkaplah bahwa kekayaan remaja penipu itu diperoleh melalui cara ilegal.

Pelaku sendiri karena masih terhitung di bawah umur saat melakukan tindak kejahatan, diketahui diadili sebagai anak di bawah umur. Sehingga hukumannya berupa penyitaan harta kekayaan dan diperintahkan untuk membayar denda senilai 1500 Euro atau kurang lebih Rp23,1juta.

 BACA JUGA:Sadar Diri! Sepulang Jalan-Jalan dari Tempat Ramai Segera Tes Covid-19

BACA JUGA:Masyarakat Sudah Boleh Lepas Masker, Yuk Sedia Alat Tes Covid-19 Mandiri di Rumah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini